Publicist ? What is Publicist ?

Publicist ?!What is Publicist ??

Malam ini melakukan sedikit sharing dengan salah seorang bapak yang dalam tahap mengivestasikan uangnya ke bisnis film dan pas sekali kami bertemu di dlm sebuah bioskop.

Singkat cerita Bapak tsb memberikan sebuah pernyataan yg akhirnya membuat saya menjelaskan begitu detail mengenai apa seh publicist itu..

Bapak : “oh. Mba publicist yg tugasnya buat press con, undang media yaa..”

Saya : “itu salah satu dari beribu kerjaan PUBLICIST pak…”

Bapak :”Jai publicist itu apa?”

Saya : “Saya adalah sarajana komuniasi special Public Relations (re : Humas) dimana salah satu dr profesi humas dikenal sebagai PUBLICIST. Dan Publicist itu melakukan semua fungsi PR, dari menulis, lobi, media relations, community relations, dan masih banyak lg (jika dijelasin kelar deh 6 smester di perkuliahan..hehe). Jika diterapin di film ya PUBLICIST itu idealnya “masuk” ke dalam sebuah project film dari sebelum naskah itu dibuat. Dimana pekerjaan awal seorang PUBLICIST dimulai dari research, penelitian mengenai tema film atau film apa yang memang harus dibuat (hanya memberikan masukan dengan basic data yg dimiliki) dari situlah akan mulai melakukan 1)mapping u kemungkinan kerjasama dengan pihak2 terkait seperti sponsor dll (re: membantu mencari sponsor dan akhirnya membuat konsep-konsep program/kampanye yg tepat dibuat dan dikerjasamakan oleh pihak sponsor/pihak ke tiga), 2) Membuat strategi kampanyte dr soft promotions sampai dengan tahap hard promotions, gak bernti sampai disitu 3) stragtegi dr online promotions (semua social media) pun diperhitungkan dan dibuatkan program sendiri, sapai dengan 4) Membuat jadwal mengenai segala berita yg ingin dibuat dan disebar (media partner pun masuk dalam list kerjaan publicist), dan akhirnya 5) semua kegiatan-kegiatan dari gala premiere, press conference, dan semua event pun merupakan tanggung jawab seorg PUBLICIST. So singkatnya PUBLICIST itu menyatukan segala pihak dr PH, Sponsor, komunitas film, pihak bioskop, dan sampai “calon penonton” untuk bisa membuild awareness mereka thdp film yg dibuat. 

Tapi pada dasarnya semua list pekerjaan itu harus sepenuhnya di support oleh PH (yang punya film) dimana akhirnya program yg bagus hanyalah menjadi sebuah program jika tdk disupport oleh yg punya film. So, gmna akhirnya seorang PUBLICIST tdk hanya membuat press con atau menaikan sebuah berita tp bagaimana akhirnya semua tim / pihak yg terlibat dalam kesuksesn film dapat disinergikan.

   Dan balik lagi jumalah penonton bukanlah tanggung jawab publcist, tanggung jawab jumlah penonton adalah tanggung jawab SEMUA Pihak yg terlibat dlm film. Bagaimana PH mebuat film yg bagus, pemain total bkn hanya diacting tp juga mempromokan filmnya, promosi yang bagus, semua tim yg solid. Penonton tdk ada yg bs menjamin, tp tdk ada salahnya jika semua sisi dari pembuatan film tersebut dilakuakn dengan maksimal (semua sisi) dan risiko jumlah penonton rendah akan dapat diminimalisir risikonya.

Sudah hampir sama tanggung jawabnya sama peran produser, malah kadang dibeberapa PH banyak produser yg tdk melakukan fungsi sebagaimana mestinya.

Itulah pekerjaan saya #publicist ☺️☺️☺️

Bahagia dan bangga bs kenal dengan profesi yang langka ini. Puji Tuhan💕

Bapak : “banyak banget ya kerjaan mba…hehe”

Leave a comment

Filed under Film, Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s