Tag Archives: Dian

Manusia Tak Mampu, Begitupun dengan Saya

Saya manusia, karena saya manusia maka dari itu saya percaya ada sesuatu yang besar dan sumber dari segala yang ada di dunia yaitu Sang Pencita.

Entah dari mana asalnya nama “Tuhan” yang sampi dengan detik ini selalu saya bawa dalam doa. 

Ketidakberdayaan saya menjalani semuanya yang membuat saya semakin mencintai Tuhan saya. Mungkin juga Tuhan kamu…

Manusia mampu membuat doa yang panjang dan indah, tapi manusia tak punya kuasa membuatnya menjadi nyata begitupun dengan saya.

Manusia mampu melakukan yang terburuk dan terbaik, tapi manusia tak punya kuasa mengatur badan, raga, pikiran, dan hatinya untuk bisa menjalankan sesuai dengan rencana mereka,

Saya mampu membuat proposal kehidupan dan pekerjaan yang paling terbaik, tapi saya tak punya kuasa “menggoalkan” dan membuatnya menjadi bisa langsung dilihat oleh mata.

Sekencang-kencangnya saya berdoa.. Sekencang-kencangnya saya teriak u memohon.. Sekuat-kuatnya saya berusaha dan berjuang.. Tapi saat Tuhan mengatakan tidak, saya tidak akan mendapatkannya.

Mungkin inilah pelajaran ikhlas yang sering orang elu-elukan.. ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Sampai detik ini pun saya masih berusaha mencari dan terus belajar merasakan dengan sebenar-benarnya apa itu “ikhlas”.

Ketidakberdayaan saya mengatur takdir Yang Kuasa, membuat saya semakin yakin bahwa “saya bukanlah siapa-siapa dan apa-apa”. 

Namun…

Tuhan telah memberikan saya hati untuk memiliki harapan…

Tuhan telah memberikan saya pikiran untuk memiliki sebuah pandangan…

Tuhan telah memberikan saya nafas kehidupan untuk tetap memiliki mimpi, mimpi yang setiap kita bebas mengukirnya setinggi mungkin… Dan setiap keadailan yang Tuhan berikan saya yakin tidak pernah salah dan Tuhan selalu membenarkan segala yang terjadi di hidup saya bahwa hal itu adalah yang terbaik…

Manusia tak mampu menebak masa depan, begitupun dengan saya. Tapi saya mampu mengukirkan masa depan saya dengan kalimat, dengan hati, dengan janji, dengan harapan, dimana Tuhan tidak pernah buta dan diam dengan hal sekecil apapun yang telah dan sedang saya kerjakan.

Semoga kita yang sedang diberikan ujian tetap memiliki harapan bahwa “kita tidak akan pernah melihat indah pelangi jika kita tidak merasakan derasnya hujan”…

Semoga Tuhan selalu dan terus menjaga harapan kita dan yakin bahwa Tuhan selalu setia menemani setiap langkah kita. Amin

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Dian di balik Pelangi

Dian Pelangi

Namaku ada di dalam film..
Ya “Dian di balik Pelangi”

Ini bukan tentangku tapi tentang CITA-CITA , SEMANGAT, dan KEGIGIHAN yang sama dari seorang desainer muda berbakat DIAN PELANGI dan dari seorang perempuan biasa DIANita Tiastuti.

Aku pernah bercita-cita membuat sebuah film yang setidaknya bisa sedikit menginpirasi dan menghibur jutaan manusia di Indonesia. Berawal dari cita-cita aku dan kakaku tersayang “DIANa Caroline”, kami bercita-cita membuat film bersama dimana yang kami punya adalah keberanian, bukan uang milyaran.

Publicist adalah awal profesiku. Berbagai tipe PH dan karakter film aku pegang dan akhirnya banyak kesimpulan yang coba aku ramu menjadi sebuah rumusan sederhana “bagaimana film bisa ditonton banyak orang” ternyata rumusannya adalah TIM YANG SOLID. Percuma ada 1 yang hebat jika Ia tidak menghargai yang lain. Film tidak akan besar jika hanya artisnya yang keren atau hanya karena promosinya yang bagus atau hanya kerena sutradaranya yang beken. NO!!! Semua harus sama rata dan lagi-lagi peran pemimpin diperlukan.

Aku masih belum tau apa-apa tapi aku mencoba menjalani satu demi satu tahap dengan tidak merasa “saya paling pintar seorang diri”. Aku hanya berusaha memakai rumusan yang selama 3 tahun aku pelajari. Rumusan yang mahal sekali harganya namun tidak sungkan untuk bagikan dan rumusan hidup hasil perjalanan hidupku selama kurang lebih 27 tahun.

Ya… semua hal di hidup sama, kita harus bisa menghargai siapapun yang ada disekitar kita karena setiap peran adalah penting, sekalipun itu OB. Belajar melihat secara terbuka bahwa setiap manusia adalah berharga dan tidak mungkin kita menjadi besar dengan seorang diri. Begitupun dengan film, film tidak akan ada artinya jika tanpa suaram jika tanpa gambar, jika tanpa karakter. Semua adalah satu kesatuan..

Singkat cerita… Akhirnya muncullah judul “DIAN DI BALIK PELANGI”. Banyak sekali kendala sampai dengan saat ini, tapi dengan ikhlas dan mencoba menikmati setiap prosesnya. Bukan hanya film ini yanga adalah kado terindah dari Tuhan tapi juga AMERIKA. Tak pernah sedikitpun saya berkeinginan untuk terbang ke negeri yang kata orang adalah NOMER SATU di dunia, tapi minggu besok aku akan terbang kesana membawa cita-citaku DIAN DI BALIK PELANGI untuk direalisasikan bersama tim hebatku.

Aku anak biasa yang tinggal di komplek perumahan BTN, papahku pegawai swasta biasa, mamahku ibu rumah tangga, dan hidup kami sangat sederhana namun 1 hal yang selalu kami ingat “bahwa kami selalu ingat Tuhan disetiap detik di nafas kami”itu adalah kebahagian terbesar yang bisa kami rasakan setiap detiknya.

Bahagia bukan karena jalan-jalan ke luar negeri, beli barang-barang branded, atau punya mobil mewah. Bahagia adalah saat kamu tahu bahwa orangtuamu tak pernah lupa mendoakan mu… Uang milyaran untuk buat film ? Aku tidak punya, tapi Tuhan membuatku mampu meraihnya..

Aku tidak pernah bermimpi menginjakan kaki di Amerika tapi apa ? Tuhan menjadikan nyata meski harus melewati berbagai rintangan. Aku tidak pernah takut akan apapun,dan aku tidak pernah takut untuk memiliki cita-cita yang besar karena aku tau setiap kita punya sekenario yang terbaik dari Tuhan dan doa orang tua adalah bentuk keyakinanku.

Tinggal beberapa hari lagi shooting akan dimulai, aku akan share para pemain segera. Dan aku akan selalu update kegiatanku mengerjakan film perdanaku yang berada di bawah naungan PT DIAN CITRA PANORAMA – DIAN COMMUNICATIONS.

Saling mendoakan selalu teman..
Jangan pernah takut, jangan pernah cemas, Tuhan selalu memberikan jalan cerita yang sempurna untuk setiap kita.
Semoga filmku ini dapat mengisi ruang di hati teman-teman semua dan ijinkan aku berbangga diri meski aku hanya seorang perempuan biasa….

Setiap ending semua tergantung kita………

Salam,
Dian

Leave a comment

Filed under Film, Motivasi, Tulisan Dyan

Panggil saja saya Dian

Lagi-lagi saya tegaskan bahwa saya hanyalah seorang perempuan biasa yang selalu memiliki mimpi yang luar biasa. Dulu saya pernah bermimpi tampil di layar kaca di station TV nomer satu di Indonesia, dan akhirnya saya bisa meraihnya. 15 episode saya tampil dan akhirnya saya rasakan bagaimana susahnya menjadi seorang yang ditonton oleh jutaan penduduk di seluruh Indonesia. Dan akhirnya saya memilih untuk tetap “di balik layar”, cukup 15 episode!

IMG_9872

Mimpi yang selalu membuat saya tegar berdiri dengan keyakinan bahwa Tuhan menganugerahi otak dan semuanya untuk membuat kita bisa berusaha meraih apa yang kita inginkan dalam hidup. “Kamu anak papah yang tidak punya rasa takut” ujar papah saya. Yah.. Saya tidak pernah takut oleh apapun kecuali Tuhan saya, karena saya yakin apa yang saya lakukan tidak pernah merugikan apa lagi meyakitkan hati sesama saya. Raya tidak menjadi salah satu hal yang mendorong mimpi saya menjadi kenyataan.

IMG_9991

Keluarga adalah salah satu kekuatan terbesar saya untuk bertahan menghadapi segala sesuatunya. Keluarga merupakan perpanjangan tangan Tuhan yang selalu mengingatkan saya saat saya mulai “menyimpang”. Keluarga yang satu-satunya tempat yang paling mengerti saya dan yang selalu membebaskan saya meraih mimpi-mimpi saya. Love u mom, dad, and bro’s.

IMG_5425

Dan.. Mereka yang selalu menertawakan dan mengejek mimipi-mimpiku akan menjadi saksi perjalanku meraih semuanya dan akan menjadi orang pertama yang mengatakan “selamat Dian….”

IMG_6805

Mimpi yang membuat saya bisa seperti sekarang ini..
Tuhan yang membuat saya yakin akan mimipi saya..
Keluarga yang membuat saya terus bertahan untuk meraih semuanya…..

IMG_6705

“Ketika lelah, berhentilah sejenak. Tarik nafas… Rasakan nikmatnya setiap udara yang masuk ke seluruh bagian tubuh. Rasakan betapa beruntungnya kita masih diberi kesempatan menikmati setiap detik di hidup kita.”

IMG_0942

“Jadilah dirimu apa adanya. Biarlah orang berteman, orang menyayangi, dan orang menerima kamu apa adanya dirimu. Biarlah dirimu menikmati setiap insteraksi dengan alam dan manusia, dan nikmati indahnya setiap rencana Tuhan untuk hidup kita.”

1601209_10203113134695170_111305560_n

“Jangan pernah menilai orang baik atau buruk. Setiap manusia punya definisi bahagia yang berbeda dan masing-masing orang memiliki arti bagus atau tidak yang berbeda. Hormatilah setiap orang dan bairkan mereka menikmati sendiri arti bahagai menurut diri mereka.”

1521386_10203104076308716_1759923683_n

“Cintailah dirimu…….Dan inilah saya bernama DIAN….”

2 Comments

Filed under Motivasi, Tulisan Dyan

Kehabisan Kata

Tuhan…

Aku tak tau apa arti setelah hujan
Akupun tak tau apa arti setelah pelangi datang
Aku juga tak tau apa arti setelah matahari terbenam
Kali ini aku tak tau apa-apa
Ku hanya tau bahwa satu kejadian yang ada, tak memiliki makna

Aku hanya ingin diam Tuhan
Kembali mencoba merasakan bagaimana rasanya hujan
Merasakan bagaimana indahnya saat pelangi datang
Kembali mencoba merasakan rasanya matahari terbenam
Kali ini aku hanya ingin kembali mencoba
Mencoba mengetahui makna setiap kejadian

Aku tak lagi berlomba dengan semangatku
Aku tak lagi tertawa bersama bahagiaku
Aku tak lagi menikmati setiap tangisku
Aku tak lagi merasakan apa-apa

Lidahku hambar
Mataku kering air mata
Bibirku lelah untuk tersenyum
Kakiku bosan untuk berjalan
Tubuhku hanya ingin diam.. diam.. dan diam..

Aku akan menunggu
Kapan mata ingin melihat lebih jauh
Kapan hati ingin merasa jatuh cinta lagi
Kapan mimpi ingin berdiri lebih tinggi lagi
Kapan semangat ingin berkobar lebih panas lagi
Kapan mulut ingin merangkai kata-kata kembali…

Aku kehabisan kata
Dan aku ingin coba kembali melukiskan dunia dengan kataku yang sederhana

Sekarang
Ijinkan aku diam walau hanya untuk satu hembusan nafas saja

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan, Motivasi, Tulisan Dyan

Harapan Baru

Ketika mata terbuka di pagi hari

Ketika itu pula harapan baru datang tanpa tak diundang

Sekejap keputusasaan sirna dan harapan mengalahkannya

Bukan aku atau kamu yang memilihnya

Tapi keyakinan dalam hati kecil yang membentuknya

Harapan yang selalu ada di dalam hati tanpa kita sadar

Harapan yang lebih sering dikalahkan oleh rasa takut dan keputusasaan

Maka… Bangunlah dari tidur

Gapailah harapan yang tanpa dipungut bayaran

Nikmati pagi mu selagi harapan ada dalam hati setiap insyan yang percaya akan Tuhan

 

– Have a great day-

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan, Motivasi, Tulisan Dyan

Rajutan Kehidupan yang Tak Kunjung Rampung

Sedikit demi sedikit ku benahi setiap benang kusut dalam rajutan kehidupanku.
Mimpi menjadi aktuaris lenyap seketika karena ketidakmampuanku dan keterbatasanku menggapainya.
Mimpi pun berganti tanpa berfikir ulang untuk mencatatnya dalam sejarah kehidupan yakni profesi sebagai publicist atau PR (Public Relations).
Mimpi-mimpi itu pun bisa kusut, namum terlerai dan terajut kembali dengan benang-benang lama dan benang-benang baru yang warnanya lebih cerah merona.

Sikap pun berubah, benang-benang yang tadinya baik seketika kusut tak beraturan.
Namun banyak benang-benang baru yang terlihat lebih kusam pun terjahit.
Semua tidak beraturan dan tidak tertebak.

Diri ini tak lagi seperti dulu lagi, mampu merubah setiap rajutan yang ku jahit seputar kehidupan.
Jahitan yang masih sangat sederhana yang hanya mampu menghasilkan sebuah kehidupan tanpa banyak makna.

Suata saat rajutan itu akan bermakna tanpa batasannya.
Rajutan yang akan menghasilkan pakaian kehidupan yang kan mampu menghangatkan banyak makhluk Tuhan.

Namun tetap butuh waktu.
Karena aku pun lagi belajar menjahit.
Memilah jarum mana yang tajam dan tumpul.
Memilah benang mana yang gelap dan cerah harus kutempatkan dalam posisinya.
Memilah kapan harus kuputuskan rajutan dan kembali ku masukakn benang yang baru.

Aku masih tertatih merajutnya,
Mataku hanya dua dan dibantu kacamata pula.
Aku tak mampu belajar dari siapa-siapa.
Aku belajar satu demi satu tanpa harus mematikan lampu.
Lampu yang Tuhan sediakan yang terdapat dalam setiap hati hamba-Nya.

Rajutan kehidupanku masih lama rampungnya,
Tapi aku tetap sabar merajutnya.
Dan siap untuk memamerkannya di hadapan Tuhan saat aku dipanggil oleh-NYA.

Posted with WordPress for BlackBerry.

4 Comments

Filed under Hari-hari Dyan, Motivasi, Tulisan Dyan

Mencoba Membuat Rutinitas Baru

Hari ini saya mendownload wordpress di iPad saya. Setelah saya pikir-pikir sayang juga jika iPad ini tidak dimaksimalkan. Kemaren malam saya coba mengotak-atik, ternyata banyak hal yang bisa saya lakukan. Mulai dari edit-edit foto, membuat presentasi, menulis agenda, membuat perpustakaan pribadi, online twitter dengan enam account twitter, dan lain-lain.

Ya banyak memang, tapi beberapa aplikasi harus mengeluarkan sejumlah uang yang dibayar via kartu kredit, tapi berhubung saya orangnya hemat jadi saya hanya memanfaatkan aplikasi yang free saja.hehe, beli iPadnya saja sudah mahal, biaya perbulannya ditambah. Ya, saya lebih memilih yang aman-aman saja. Meski mau tidak mau saya harus beli beberapa aplikasi untuk menunjang pekerjaan saya.

Ok, saya mempunyai banyak rutinitas yang berkaitan dengan tulis menulis setiap harinya. Seperti laporan keuangan, laporan kegiatan, report kegiatan pribadi, buku harian, dan lain-lain. Yang biasa saya tuangkan di sebuah buku, maklum saat pulang ke rumah dalam keadaan lelah, saya merasa sangat malas untuk mengnyalakan laptop. Alhasil kertas dan buku-buku banyak sekali dirak buku saya.

Terpikir ide yang mungkin membuat saya dapat mengurangi penggunaan kertas, sayang juga kalau pohon-pohon terus ditebangi untuk membuat kertas-kertas, lama-lama lapisan ozon kita pasti menipis dan terus menipis. So, tepatnya mulai kemarin saya mencoba “familiar” denan mainan baru saya ini. Mulai dari membuat report, note, agenda semua saya tuangkan dalam iPad ini. Semoga saya bisa lebih maksimal dalam menggunakannya.

Ayo, kurangi penggunaan kertas sebisa kalian.
Kita selamatkan bumi ini bersama-sama.

Semangat saya karena mereka adalah keluarga saya.

20111124-195510.jpg

20111124-195635.jpg

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan