Manusia Tak Mampu, Begitupun dengan Saya

Saya manusia, karena saya manusia maka dari itu saya percaya ada sesuatu yang besar dan sumber dari segala yang ada di dunia yaitu Sang Pencita.

Entah dari mana asalnya nama “Tuhan” yang sampi dengan detik ini selalu saya bawa dalam doa. 

Ketidakberdayaan saya menjalani semuanya yang membuat saya semakin mencintai Tuhan saya. Mungkin juga Tuhan kamu…

Manusia mampu membuat doa yang panjang dan indah, tapi manusia tak punya kuasa membuatnya menjadi nyata begitupun dengan saya.

Manusia mampu melakukan yang terburuk dan terbaik, tapi manusia tak punya kuasa mengatur badan, raga, pikiran, dan hatinya untuk bisa menjalankan sesuai dengan rencana mereka,

Saya mampu membuat proposal kehidupan dan pekerjaan yang paling terbaik, tapi saya tak punya kuasa “menggoalkan” dan membuatnya menjadi bisa langsung dilihat oleh mata.

Sekencang-kencangnya saya berdoa.. Sekencang-kencangnya saya teriak u memohon.. Sekuat-kuatnya saya berusaha dan berjuang.. Tapi saat Tuhan mengatakan tidak, saya tidak akan mendapatkannya.

Mungkin inilah pelajaran ikhlas yang sering orang elu-elukan.. ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Sampai detik ini pun saya masih berusaha mencari dan terus belajar merasakan dengan sebenar-benarnya apa itu “ikhlas”.

Ketidakberdayaan saya mengatur takdir Yang Kuasa, membuat saya semakin yakin bahwa “saya bukanlah siapa-siapa dan apa-apa”. 

Namun…

Tuhan telah memberikan saya hati untuk memiliki harapan…

Tuhan telah memberikan saya pikiran untuk memiliki sebuah pandangan…

Tuhan telah memberikan saya nafas kehidupan untuk tetap memiliki mimpi, mimpi yang setiap kita bebas mengukirnya setinggi mungkin… Dan setiap keadailan yang Tuhan berikan saya yakin tidak pernah salah dan Tuhan selalu membenarkan segala yang terjadi di hidup saya bahwa hal itu adalah yang terbaik…

Manusia tak mampu menebak masa depan, begitupun dengan saya. Tapi saya mampu mengukirkan masa depan saya dengan kalimat, dengan hati, dengan janji, dengan harapan, dimana Tuhan tidak pernah buta dan diam dengan hal sekecil apapun yang telah dan sedang saya kerjakan.

Semoga kita yang sedang diberikan ujian tetap memiliki harapan bahwa “kita tidak akan pernah melihat indah pelangi jika kita tidak merasakan derasnya hujan”…

Semoga Tuhan selalu dan terus menjaga harapan kita dan yakin bahwa Tuhan selalu setia menemani setiap langkah kita. Amin

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s