Haruskah Ku Jalani ?

Ternyata benar hidup itu seperti roda.
Kesekian kalinya aku merasakannya. Tapi kali ini cara Tuhan begitu “mahal”, bukan masalah percintaan, bukan masalah meraih cita-cita, bukan masalah pertemanan. Tapi masalah “bagaimana ku bersahabat dengan diriku sendiri”.

Pertanyaan yang selalu mengisi pikiranku akhir-akhir ini. Bagaiman aku membaca sebuah kata ” d i a n i t a t i a s t u t i ” . Bagaimana mimpi, percintaan, keluarga, pertemanan, telah mulus aku selesaikan. Dan sekarang waktunya aku bertanya kembali kepada diriku “apakah diriku masih seperti yang dulu?”. Pertanyaan yang membuatku menangis sesaat.

Aku bukan lagi menangis karena putus cinta…
Aku bukan lagi menangis karena lelah bekerja…
Aku bukan lagi menangis karena sahabat meninggalkan ku sekolah ke negeri tetangga…
Aku bukan lagi menangis karena hal-hal yang tidak begitu penting.

Tapi sekarang aku menangis karena banyak hal sudah aku dapatkan. Dan sekarang aku tak tahu harus apa lagi dan apa aku masih memiliki mimpi… Keadaan yang membuatku terus berfikir…

Dan seketika ku temukan jawabannya…

Aku ingin menghasilkan karya yang besar meski dengan tangan yang kecil Aku ingin menghasilkan karya yang menginspirasi meski aku bukanlah siapa-siapa…

Meski aku bukan lulusan luar negeri..
Meski gelarku hanya sarjana…
Meski orangtuaku bukan pejabat…
Meski aku hanya seorang Dianita…

Dan memang ku harus jalani hidup sederhana namun bermakna luar biasa ini.

*tulisan yang tidak penting tapi sedikit menenangkan hatiku malam ini

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Haruskah Ku Jalani ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s