Ribuan Soal Ujian

Lama tidak menulis di blog pribadi saya ini. Banyak sekali cerita dan pengalaman baru yang ingin saya share, tapi intinya beberapa bulan ini hidup saya bertemakan “kedewasaan dan kesabaran.”

Orang gampang bilang “sabar yah..” Orang pun gampang bilang “yang dewasa dong lo…”. Memang paling gampang adalah bilang daripada menerapkannya dalam kehidupaj pribadi. Beberapa bulan ini saya dijoba dan uji oleh banyak masalah, sampai saya tidak tahu mana yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Saya lebih banyak menangis dan terdiam seperti raga yang tak bernyawa. Saya terus membaca satu persatu arti dari setiap masalah, saya terus mencari tahu satu persatu cara menyelesaikannya. Tapi lagi-lagi saya berfikir “akhhhhh…saya lelah, saya tidak kuat”. Tapi ternyata….

Saya hanya perlu tersenyum sambil berkata dalam hati “masalah adalah sahabat” yang bisa menampar muka saya ketika saya sudah salah jalan. Ternyata masalah adalaha buah dari apa yang saya lakukan, tak sepantasnya saya menyalahkan Tuhan, karena sayalah penyebab dari masalah yang saya buat. Tanpa saya sadari, saya telaah satu persatu, semua timbul karena hati dan diri saya. Jadi cara saya memecahkan masalah adalah instrospeksi apa yang salah dan telah diperbuat oleh diri saya.

Kedewasaan lah yang memampukan saya berfikir jernih, kedewasaan dalam tingkat sekolah dasar, yang masih perlu diterjang ombak dan masih perlu diasah oleh Tuhan. Kedewasaan yang ditemani dengan kesabaran, kesabaran dalam menerima segala hal yang tidak baik yang telah saya perbuat dan bukan Tuhan yang berikan.

Kali ini saya bingung dengan kata, kalimat yang saya tuliskan. Saya sedang mengalami proses ujian dimana saya sedang menyelesaikan beribu-ribu soal yang membuat sulit sekali untuk menggambarkan melalui tulisan ini. Soal ujian dimana salah satu pertanyaannya adalah

“Ketika kamu ditanya oleh Tuhan hal terbesar apa yang paling kamu banggakan dan yang telah kamu lakukan selama kamu hidup di dunia sampai detik ini ?”

Salah satu dari beribu pertanyaan ujian saya dari Tuhan. Dimana satu pertanyaan membuat saya berfikir keras berhari-hari lamanya. Takut salah isi sehingga salah memiliki salah yang banyak dalam soal ujian saya.

Evaluasi adalah kata yang tepat dari proses ujian ini. Mungkin hal ini dilakukan oleh Tuhan untuk menyongsong usiaku yang ke 26. Saya berfikir positif bahwa Tuhan sedang mempersiapkan saya menjadi pribadi yang baru, pribadi yang lebih kuat, pribadi yang lebih bijaksana, pribadi yang semakin takut akan Tuhan, di umur saya ke 26 tahun nantinya.

Doa saya ternyata dikabul, 1 tahun dipenuhi dengan pesat pora dan akhirnya Tuhan memposisikan diri saya kembali di bawah. Akhirnya doa saya “Tuhan buat aku lebih baik dengan ujian-Mu” dan sekarang ribuan soal sedang saya kerjakan untuk menentukan apakah saya layak atau tidak naik kelas.

Tetap tersenyum, tetap bahagia. Bahagia kalau saya masih diberi kesempatan sampai detik ini untuk merasakan indahnya belajar menjadi hamba Tuhan yang baik dan terus lebih baik.

Saya bahagia Tuhan, dengan rencana-Mu yang mengharuskan saya menjadi pribadi yang dewasa, sabar, dan takut akan Engkau.

Tulisan ini hanya kata hati seorang perempuan yang berusaha menjadi perempuan yang dilayakkan oleh Tuhan untuk menyelesaikan setiap ujian

2 Comments

Filed under Hari-hari Dyan, Tulisan Dyan

2 responses to “Ribuan Soal Ujian

  1. hi_ka_dian

    you can, i know from the very start..

  2. Great, keren, sangat menginspirasi. Jika ada waktu mampir di blog majalah amatir saya ya, makasiiiiiii….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s