Di tengah Kemacetan Jakarta

Saya tinggal di Depok, namun aktivitas saya lebih banyak di daerah Jakarta, hal ini yang membuat saya mau tidak mau harus melewati jalan-jalan raya kota Jakarta.

Di tengah kemacetan pikiran saya terbang melayang memikirkan lima sampai sepuluh tahun ke depan. Sekarang saja macet, bagaimana lima sampai sepuluh tahun ke depan. Mungkin pergerakan mobil bisa-bisa hanya 0.05 km/jam kali yah. Benar-benar tak terbayangkan saat hal itu terjadi. Semoga hanya pikiran buruk saya saja yah.

Memang sudah waktunya pajak mobil ditinggikan dan harga mobil dinaikkan, seperti di negara Jepang atau mungkin yang lainnya. Budaya jalan kaki dan bersepeda masih melekat erat mungkin ditunjang pula dengan udara yang segar atau masih sejuk disana, beda sekali dengan disini. Yah, orang Jepang sudah punya rumah saja bisa dikatakan mereka sudah amat sangat kaya raya apa lagi mereka punya mobil, pasti dapat dipastikan ia berasal dari keluarga yang di atas rata-rata. Beda halnya dengan Indonesia, satu keluarga saja bisa memiliki minimal satu bahkan rata-rata dua tiga mobil. Bagaiman keadaan tidak macet.

Ya, saya terpikir untuk nantinya tinggal di luar Jakarta, entah di desa atau daerah-daerah yang masih menawarkan udara yang sejuk dan jalan yang sedikit lengang. Menikmati sisa hari tua tanpa harus emosi jiwa karena hal sepele yang bernama “macet”.hehe…

Inilah Jakarta, kalau tidak macet yah bukan Jakarta namanya. Ditambah musim hujan, komplit sudah macetnya. Siapkan cemilan, dan lagu-lagu kesayangan untuk menemani kalian sepanjang jalan.

Inginnya membuat jalan pribadi khusu “Dian”;p (berkhayal itu memang paling indah) atau mungkin jalur udara sudah bisa digunakan untuk transportasi umum, mungkin mobil yang bisa terbang dengan ketinggian yang terbatas, lalu ada lampu merah udara juga.hehe, mungkin bisa mengurangi sedikit kemacetan di darat.

Ya, semua bermula dari mimpi dan ide-ide gila. Berharap kemacetan Jakarta bisa berkurang, so tingkat penyakit darah tinggi berkurang, so tingkat kematian pun berkurang. Efeknya besar ternyata…

Sekian keisengan saya malam ini, di tengah kemacetan.
So, tetap enjoy ya. Jangan sampai kemacetan mengalahkan “pikiran waras kalian”.

Good night

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s