Kerak Telor di Pasar Malam

Malam ini sekitar putul 18.30 saya pulang melewati jalan biasanya, arah menuju komplek rumah saya terlihat begitu ramai dibanding hari-hari biasaya. Eh..ternyata ada pasar malam. Jalananpun tertutupi oleh gerobak dan tenda-tenda jualan sehingga mobil saya pun agak sulit untuk lewat.

Sepanjang jalan saya lihat dari tukang jualan dvd yang sedang menyetel lagu “ayu ting-ting”, penjual baju-baju daster, sendal, penjual boneka sampai dengan kolam renang plastik yang berisi ikan-ikan tempat anak-anak main mancing-mancingan. Ya…dan saya lihat gerobak pinggul tukang kerak telor. Masakan khas jakarta/betawi yang sangat saya gemari.

Niat untuk membeli seketika terbersit di dalam hati. Sesampai di rumah saya langsung minta antarkan adik saya untuk membelinya dengan menggunakan motor. Tapi apalah daya adikku baru saja tiba di rumah, dia masih capek. Jadi mau tidak mau saya harus mengendarai motor seorang diri. Meski deg-degan tetap “rasa ngiler terhadap kerak telor” mengalahkan rasa takutku.

Adikku memberi tahu cara menyalakan motor dan selah-selah agar motor tersebut dapat menyala. Menluncur…ke tkp. Akhirnya dengan sedikit linglung saya sampai juga ke pasar malam tepat saya parkir di depan abang-abang kerak telor. “Kerak telornya satu bang, yang gosong, kering dan yang enak”, ujar saya. Entah kenapa setiap saya membeli makanan apapun itu pasti saya selalu bilang “yang enak ya..”. Alhasil setiap makanan yang saya pesan pasti enak;p. Hehe

Sambil menunggu kerak telor jadi, mengingat saya harus menunggu pesanan mas-mas disamping saya selesai baru giliran kerak telor saya dibuatkan, saya melihat-lihat dvd. Ya, mata saya tertuju pada sebuah dvd “RA One” film india yang ingin saya tonton tapi belum sempat-sempat dan akhirnya saya pun membelinya.

Panjang kali lebar, saya memperhatikan mas-mas yang membeli kerak telor yang lebih dulu dari saya. Di sampingnya ada seorang ibu-ibu di atas kursi roda dan yang maaf ilernya terus mengucur dibibirnya yang sudah sangat keriput. Sambil memegang es doger (mungkin dari penampilannya) dia melihat abang-abang kerak telor membuatkan kerak telor pesanannya. Dan saya menebak bahwa ibu itu adalah ibu dari mas-mas yang berupa rupawan itu.

Saya tertegun saat melihat mas-mas muda itu membersihkan liur ibunya dengan tangannya tanpa menggunakan media apapun. Dielus kepala ibunya dan dalam hati saya ingin berkata “beruntung sekali ibu itu memiliki anak ganteng dan baik yang tidak malu mengajak ibunya jalan ke pasar malam dengan menggunakan kursi roda”.

Dan bukan hanya itu, ternyata mas-mas dan ibunya itu adalah penjual sendal-sendal di pasar malam itu. Jualannya ditaruh didalam sehuah mobil pick-up dan ternyata mas-mas rupawan itu adalah penjualn sendal/sepatu di pasar malam dan ia mengajak ibunya untuk berbelanja dan membeli kerak telor dan es doger kegemaran ibunya.

Langka,
Pemandangan yang sangat langka.
Seorang anak muda, rupawan, dandananya sangat rapi dan terlihat berpendidikan berjualan sendal di pasar malam. Ditemani oleh ibunya yang memang sudah tidak sehat bugar. Air liur ibunya dielap dengan tangannya, dielus-elus kepala ibunya. Menangis saya dalam hati.
Dan ternyata abang-abang kerak telor pun mengenal mas-mas dan ibu-ibu tersebut.

Teringat mamah dan papah saya.
Malam itu saya merasakan perasaan sayang yang luar biasa kepada papah mamah saya. Ingin memeluk mereka saat itu tapi apalah daya mereka sedang diluar kota.

Malam ini lagi-lagi Tuhan mengetuk pintu hati saya, mungkin mengajarkan kepada saya untuk melakukan hal yang sama. Menjaga, menyayangi, bangga dan tidak pernah malu untuk mengakui orang tua sekalipun mereka mungkin “sudah tidak kaya, tidak berada, dan tak mampu berbuat apa-apa”.

Terima kasih Tuhan
Sungguh indah malam ini
Meski hanya sebuah pasar malam tapi saya mampu melihat indahnya sebuah kasih sayang seorang anak terhadap ibunya, yang sampai sekarang belum pernah saya temui di mall-mall metropolitan.

-tetaplah menjadi inspirasi walau hanya lewat sebuah tulisan-

1 Comment

Filed under Hari-hari Dyan

One response to “Kerak Telor di Pasar Malam

  1. jika mau pesan kerak telor u/ pesta,event kampus n school atau fair
    tlpn saya:
    rezza hidayat
    021.9949.9949

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s