Hari-hari Menjelang Akhir Tahun 2011

Di tengah malam minggu, tepatnya tanggal 12 November 2011, dalam keadaan bersin-bersin, hidung meler, badan demam dan mata berair. Saya duduk dan memandang langit malam.

Seketika air mata menetes tanpa disengaja. Air mata bahagia karena saya masih diberi kesempatan untuk berpetualang dalam hidup di dunia ini. Kata-kata yang keluar seketika “Apa yang kurang dalam hidup saya?”

Saya bisa selalu makan enak, saat di luar sana banyak orang yang mau makan saja harus berfikir “uang dari mana”..

Saya bisa kerja sesuka hati saya, saat di luar sana banyak orang yang harus bermacet-macet ria bangun pagi untuk berangkat bekerja..

Saya bisa menikmati nyamannya di rumah sendiri dan berkumpul bersama keluarga, saat di luar sana banyak orang yang memilih menghabiskan waktu di luar rumah karena tidak betah dirumahnya sendiri..

Saya bisa sekolah sampai dengan sarjana, saat di luar sana banyak orang yang berlomba mencari beasiswa karena tak ada modal melanjutkan pendidikannya…

Saya,
Saya bisa ini dan saya bisa itu
Walau semua serba sederhana di mata mereka namun saya tetap bahagia dan menilai semuanya adalah “sempurna dan luar biasa”

Bukan hanya itu…
Tuhan membuat skenario hidup tanpa ada kata “vakum” dalam belajar. Belajar kesabaran, belajar keikhlasan, belajar untuk berjuang, belajar untuk jadi pemenang dalam kehidupan masing-masing kita.

Dari tulang ojek, supir, kuli bangunan, pemimpin perusahaan, anak mudah yang telah sukses dalam hidupnya, anak jalan, dan semua orang Tuhan pertemukan kepada Saya. Untuk belajar, untuk bersyukur, untuk memaknai setiap hal yang terjadi adalah memiliki arti.

1000 rupiah mungkin tak berarti untuk saya, tapi berarti untuk mereka diluar sana..
100 milyar mungkin saat berarti untuk saya, tapi mungkin tak berarti untuk mereka-mereka para pelaku korupsi.
Semua relatif, bukan hanya nilai uang tapi juga nilai-nilai kehidupan. Dia baik tapi tidak dimata mereka, dia pintar tapi diluar sana ada yang lebih pintar, dia merasa sempurna tapi dia tidak tahu ada yang jauh lebih sempurna dibanding dirinya. Semua tak ada sama, nilai batasan semua relatif. Kita memiliki definisi yang berbeda-beda namun ada satu hal yang membuat kita sama “kita sama-sama hidup di dunia dan nantinya akan mati tanpa ada satupun yang mengetahui.”

So,
Saya hanya ingin bercerita bahwa saya bahagia dengan apa yang ada. Saya bangga dengan segala lebih dan kurang yang saya punya. Saya hanya ingin mengajak kalian semua “untuk berlomba menjadi pribadi yang terbaik untuk didiri kita masing-masing dan biarlah orang merasakan kebaikan dari apa yang kita lakukan”.

Walau hanya tulisan, saya tetap memiliki keinginan untuk berarti walau hanya sedikit membuat kalian “tertawa atau merasa ingin terus berkarya di dunia”…

-Teruslah menjadi inspirasi, di dunia memutuhkan saya, kamu, dan semua-

Masih ada waktu untuk menutup tahun ini dengan hal-hal baik dan kenangan yang takkan terlupakan..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s