Memori Masa Kecil “Lagu Anak”

Agnes Monica “orang tak berilmu itu seperti tak bermata ta ta..kalau jalan mereba-raba bisa kesandung bisa kejedot. Kesandung, kejedot, kesandung, kejedot, kesandung, kejedot..dot..dot.”

Trio Kwek-kwek “lihatlah lihat, kapal berlayar. Akhirnya sampai ke Malaysia. Rajinlah rajin, dikau belajar…”

Eno Lerian “Kamu makannya apa? Tempe! Saya juru masaknya. Ok! Ada ayam goreng, ada tempe goreng, semua yang digoreng. Oseng-oseng.”

Sherina “Senang riang, hari yang ku nantikan. Jumpa lagi kawan ku semua. Matahari kan bersinang terang, menyambut ku pergi sekolah.”

Banyak sekali lagu anak yang masih saya hafal. Sangat ingat sekali, waktu saya kecil saya senang sekali memutar cd lalu karoke bersama teman-teman. Namun bukan lagu dewasa yang bertema percintaan namun lagu anak-anak yang liriknya “saya banget” saat masih bersekolah di TK dan SD. Kenangan itu tidak akan pernah saya lupa.

Sampai dengan detik ini. Artis-artis cilik itu memberikan inspirasi dalam hidup saya. Sebut saja Agnes Monica. Bayangkan, gara-gara acara “Tralala Trilili” (saya melihat Agnes Monica tahu semua tenang pelajaran dan ilmu pengetahuan) saya menjadi termotivasi untuk bisa sepintar artis cilik Agnes Monica ditambah dengan lagunya “orang tak berilmu itu seperti tak bermata ta ta..kalau jalan mereba-raba bisa kesandung bisa kejedot. Kesandung, kejedot, kesandung, kejedot, kesandung, kejedot..dot..dot.”

Pada saat itu pun saya terus memberitahukan kepada orang tua saya “Mah..aku gak mau ke jedot gara-gara gak punya ilmu. Aku mau pinter kaya Agnes Monica.” Dan hal positif itupun yang saya rasakan sampai dengan sekarang.

Namun miris sekali.
Saat ini bisa dibilang lagu anak-anak sudah sangat miskin sekali, maksud saya adalah “lagu yang memang bertemakan dunia anak-anak”. Meski artis cilik banyak, namun hampir tidak ada satupun yang menyanyikan lagu sebagaimana umur dan dunia mereka. Bayangkan saja, anak-anak hafal lagu-lagu band atau group band yang bertemakan cinta. Mending cinta untuk keluarga, ini lagu putus cinta dan cinta mati.

Sedih sekali, melihat “tak akan ada cerita seperti saya di atas yang nantinya menjadi bahan cerita anak-anak saat sudah dewasa nanti. Alam dan pikiran imajinasi mereka pun hanya sebatas tema-tema lagu yang diangkat sekarang. Mungkin imajinasi tentang tumbuh-tumbuha, hewan, libur sekolah, berladang, naik gunung, dan lain-lain sangat terbatas.

Tanpa kita sadari, melalui lagu lah salah satu faktor yang berpengaruh dalam membentuk karakter para penerus bangsa. Dari hal-hal yang sepele seperti “lagulah”, hal-hal besar akan diciptakan.

So…
Semoga “kecintaan terhadap lagu anak di Indonesia” kembali muncul dan bangkit di tengah maraknya persaingan yang sangat ketat.

Negeri ini hebat atau tidak ke depannya ditentukkan oleh mereka-mereka anak kecil yang masih meninmba ilmu saat ini.

Regards,

Dianita Tiastuti

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan, Motivasi, Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s