Belajar Cinta Dari Memasak

Saya sangat hobi memasak, walau…masakan saya tidak terlalu enak.
Pagi ini setelah sekian lama saya tidak memasak akhirnya masak juga, saya masak karena pastinya tidak ada papah mamah di rumah. Saya tinggal bersama 2 adik laki-laki saya, mau tidak mau sebagai satu-satunya perempuan saya diwajibkan bisa memasak.

Let’s go!

Memasak itu harus pas garamnya…
Kalau berlebih pasti akan asin, kalau kurang pasti makan hambar.
Sama seperti cinta,

Memasakpun harus pas gulanya, sebagai penggurih
Kalau berlebih pasti akan terlalu manis, kalau kurang pasti tidak sedap dimakan
Sama seperti cinta,

Semua ditakar dengan pas
komponen-kompenen pembentuk masakan dan percintaan
jangan terlalu berlebihan
pasti tidak akan lama bertahan
akan cepat basi lalu dibuang

Rasakan…
Lakukan dengan hati dan ikhlaskan apa yang terjadi
Jika terlalu asin tutup dengan tambahkan gula
Jika terlalu manis tutup dengan tambahkan garam

Kita semua adalah koki kehidupan
Yang berlomba membuat masakan terenak
Terenak menurut lidah setiap kita…

2 Comments

Filed under Cinta, Hari-hari Dyan

2 responses to “Belajar Cinta Dari Memasak

  1. Nice! cinta memang banyak rasa nya kadang manis pahit asem asin. Nano2😀

  2. wahhh,,,cantiknyaaaa kata”nya, menggugah hati, penenang jiwa,…..
    hidup memang indah, sayang bila berlalu percuma…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s