Kita adalah Produk Termahal Dalam Kehidupan

Berbagai macam barang, dari alat rumah tangga, otomotif, alat elektronik, makanan, minuman, binatang, semua dijual bebas dipasaran. Semua dikemas, semua dipromosikan dengan sangat sempurna. Mereka memiliki ciri khas yang berbeda-beda, walau berasal dari jenis yang sama.

Ada banyak sabun cuci piring yang dijual. Semua sama-sama untuk cuci piring, tapi ada yang wangi jeruk, lemon, apel. Ada yang berwarna merah, kuning hijau. Ada yang beli 1 dapat 1, ada yang beli 1 dapat piring 1. Banyak hal yang dibuat berbeda untuk laku dipasaran. Semua berlomba jadi yang terbaik, terunik, dan menjadi yang terlaris dipasaran.

Dari berbagai macam produk, sebetulnya ada 1 “produk” yang dilupakan para penjual yaitu “dirinya sendiri”. Bagaimana cara kita mengemas diri kita, bagaimana cara kita membuat diri kita beda dari yang lainnya. Bagaimana mau menjual barang, kalau yang jualan tidak mampu “menjual” dirinya dengan baik.

Diri kita adalah “produk” yang termahal yang takkan tergantikan. Produk yang tanpa harus dipermak sudah menjadi sebuah produk yang unik. Cara Tuhan menciptakan kita begitu hebat, tak ada satu pun yang sama 100% di dunia ini. So, operasi plastik, dll sudah tidak perlu untuk membuat diri kita beda. Karena kita yang sekarang apa adanya adalah “produk” yang tak ada tandinganya.

Sekarang tugasnya hanyalah “bagaimana cara kita mengemas apa yang sudah Tuhan berikan dengan segala cara baik yang sudah kita ketahui dasarnya”. Kita pendek, kamu tinggi, dia hitam, mereka putih, dia cantik, saya jelek, semua adalah yang terbaik. Tangan Tuhan tidak pernah salah menciptakan setiap kita. Tuhan hanya membedakannya sesuai dengan takaran dan skenario yang Ia ciptakan pada masing-masing kita.

Yah,
Banggalah menjadi dirimu!
Kurang atau lebih adalah cara Tuhan membuatmu tetap berbeda dan membuatmu agar selalu sadar bahwa Kita hanyalah Manusia yang hanya bisa berbuat tanpa bisa memutuskan”.

Salam,
Dian

1 Comment

Filed under Hari-hari Dyan

One response to “Kita adalah Produk Termahal Dalam Kehidupan

  1. Setuju, menjadi diri sendiri bukan berarti menutup diri, membuka pikiran, menjadikan kekurangan menjadi “nilai lebih” yg menjadikan kita “so special”.
    Itulah kenapa saya lebih suka dg kata2 “Be the best of yourself” daripada “Be yourself only”, lebih realistis dan optimistis untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s