Sejatinya Peran Saya Sebagai Manusia

Malam ini saya mengambil waktu untuk mengecek semua kontak. Dari no tlp, kontak bbm, daftra group, kontak ym, pertemanan di facebook, followers twitter, dan berbagai wadah komunikasi lainnya. Dan ternyata, banyak nama-nama yang memang bukan “orang biasa”.

Kehidupan saya sebelumnya cukup bebas, maklum baru lulus kuliah. Bebas disini berarti, saya selalu bebas mengekspresikan segala apa yang saya rasa, tanpa mementingkan posisi saya saat itu. Yah, bisa dibilang masa-masa ababil. Tapi, sekarang masih tetap bebas koq. Namun bedanya, banyak hal yang harus saya lebih perhatikan.

Sekarang saya bukan lagi seorang mahasiswa, banyak “peran” yang sekarang saya mainkan yang menuntut saya lebih apik lagi dalam memainkan setiap peran saya. Memang sulit, tapi sepertinya harus segera saya mulai dan lakukan.

Mungkin ini arti “dewasa” yang akhirnya harus saya terapkan. Dewasa dalam hal bertindak, berucap maupun dalam menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi disini bukan berarti saya yang dulu tidak dewasa ya, lebih tepatnya sekarang lebih menuntut saya untuk lebih dewasa lagi.

Pelajaran berharga akhirnya ada kaitannya dengan kuliah saya dulu bidang kehumasan. “Image” yang memang harus semua orang jaga untuk membuat sebuag positioning diri pun tepat pada tempatnya. Memang Image tidak 100% penting dalam kehidupan, banyak faktor lain. Tapi balik lagi, image yang bisa dilihat orang adalah salah satu cara orang menilai “baik tidaknya orang”. Salah satu cara bukan berarti “kunci utama” dalam menilai seseorang.

Contoh kecil, kebiasaan buruk saya, yang selalu mencurahkan masalah pribadi di accoun jejaring sosial. Menurut saya buruk, karena saya bercerita bukan pada tempatnya. Memang hal itu buruk, tapi kenapa susah sekali untuk menahan keinginan agar semua orang tahu apa yang saya rasa. Ya, hal-hal sepele itu ternyata berpengaruh besar terhadap penilaian seseorang terhadap kita. Hal itu yang saya sadari akhir-akhir ini.

Ya, sepertinya saya harus terus belajar untuk terus meng-create image saya dan bukan hanya image tapi “tingkah laku” yang nyata yang memang seharusnya baik dimata semua orang.

Peran-peran yang saya lakoni sekarang adalah awal mula dan sejarah pembentukan karakter seorang Dianita. Mau jadi apa saya 5 tahun, 10 tahun, bahkan 30 tahun ke depan, semua tergantung dari saat sekarang. Semoga Tuhan terus memberikan kesempatan dan waktu kepada Saya dan Anda untuk dapat memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

So,

“Yang terbaik detik ini” adalah keinginan tertinggi saya dalam hidup. Dan “bahagia saat ini” adalah tujuan akhir dari setiap hembusan nafas saya.

Menjadi orang baik adalah cita-cita saya yang mengalahkan keinginan saya untuk menjadi yang terbaik.

Walau “baik” atau “buruk” relatif tapi saya tetap berpegang teguh bahwa yang baik adalah segala sesuatu yang berlandas dan bersumber pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Depok,

20 September 2011

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “Sejatinya Peran Saya Sebagai Manusia

  1. anda ingin semua orang tau siapa anda dengan image yang baik? tapi anda sendiri bahkan tidak tahu siapa diri anda sebenarnya?
    Life is about creating yourself, but before that, you have to know who you are.

  2. tidak mungkin juga orang yang sudah tahu dirinya, mencurahkan apa yang tidak pada tempatnya.
    *no need to answer, kita sama2 belajar jadi manusia yang lebih baik, itu saja.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s