Kata Mereka (Laki-laki) Tentang Perempuan

Cepat sekali waktu berlalu yah, sudah mau masuk minggu terakhir di bulan April, tepatnya sekarang tanggal 21 April 2011. Hari bersejarah emansipasi wanita, ulang tahun RA Kartini. Salah satu pahlawan wanita yang sangat Saya kagumi. Anyway, tepat jam 12 malam tadi Saya dikirimi pesan oleh salah satu sahabat laki-laki Saya yang isi nya :

“Selamat hari lahir, Kartiniku”

Pesan yang sangat singkat namun mengandung makna yang luar biasa. Saya kembali menanyakan kepada sahabat Saya tersebut mengenai apa arti smsnya itu. Dan dia menjawab :

“Yah..di mata gw lo adalah Kartini era sekarang. Mandiri, cerdas, bebas mengespresikan segala yang lo rasa dan pikirkan, lo bisa melakukan banyak hal yang laki-laki bisa.”

Yah…Saya ketawa, karena jarang-jarang sahabat Saya itu memuji Saya atau bicara serius seperti itu. Tapi Saya pun sangat menghargai segala pujiaannya dan membuat Saya semakin bangga terhadap diri Saya sendiri yang terlahir sebagai perempuan Indonesia.

Yah…Perempuan Indonesia semakin menunjukan giginya, dari bidang politik, ekonomi, dan lainnya sudah banyak tokoh-tokoh kartini yang telah muncul dan dapat disejajarkan dengan pria. Karena kesejajaran itu akhirnya membuat Saya bertanya “apakah para pria merasa tersaingi atau malah bangga ?”, pertanyaan yang akhirnya Saya tujukan kepada teman-teman pria Saya. Dari pesan singkat sahabat Saya itu akhirnya Sata berinisiatif untuk menanyakan kepada para pria mengenai “arti perempuan bagi hidup mereka”.

Jawaban teman-teman Saya beragam, ini dia detailnya :

Seorang mahasiswa jurusan ekonomi Universitas Pancasila, Diyaul Miqdas. “Pemberi inspirasi dan penunjang semangat.”

Sahabat SMA Saya yang adalah Associate Manager PT Nutrifood Indonesia, Galih Nugroho. “Ya..jelas sangat berarti. Karena wanitalah yang mengajarkan arti cinta, Ia juga menjadi setengah nyawa dalam hidup aku ini.”

Teman SMP Saya yang merupakan drummer dari band Saia dan Burning Flame. “Wanita adalah pelengkap hidup pria. Pria siapa pun akan sangat beruntung jika didampingi oleh wanita yang berjalan disampingnya sebagai perhiasan yang terindah, yang mengindahkan suasana hatinya, yang mencantikkan kediamannya yang membahagiakan keluarganya, yang memuliakan nama, dan meninggikan kehormatan suaminya.”

Suryadinata, teman kulaih Saya saat D3. ”Ia adalah makhluk Tuhan yang luar biasa. Sebuh pilar yang memberi dukungan cinta yang tiada habisnya. Sebuah inspirasi, Ia diambil dari tulang rusuk pria, bagian yang melindungi jantungnya. Ia tempat berlindung hangatnya pelukannya, mencairkan segala kecemasan. Ia yang membawa kehidupan dan memeliharanya. Ia Ibuku, saudara, teman dan sahabat.”

Rio Visitasius Christianto, partner kerja di perusahaan Saya, mahasiswa Universitas Swasta Mustofo. “Perempuan…Saya lebih suka menyebutnya perempuan. Wanita itu istilah yang diberikan oleh penjajah kita dahulu yaitu Jepang untuk perempuan Indonesia, makanya wanita dipasangkan dengan istilah negatif macam; wanita penghibur, wanita tuna susila, dsb. Tapi tak pernah kita mendengar istilah perempuan dipadukan dengan sesuatu nyang negatif. Kenapa? Karena perempuan, ada kata dasar Empu, Empu berarti “asal”, dan memanglah kalian asal dari kehidupan manusia, maupun hewan. Kalianlah yang akan member makna pertama kali dari tubuh kalian kepada manusia kecil.”

Adrian Dwi Surya, salah satu sahabat SMP Saya. “ Hawa diciptakan dari tulang rusuk adam bukan dari kepala untuk dijadikan atasan, bukan dari kaki untuk dijadikan bawahan. Tapi dekat dengan hati untuk dilindungi dan dicintai.”

JP Firmansyah, konsultan pendidikan lulusan S2 Universitas Indonesia. “Penyeimbang hidup.”

Benz, wartawan Viva News. “Wanita adalah keindahan dalam melihat yang terindah nanti dimasa depan.”

Muhammad Kafie, salah satu teman SMA Saya. “Wanita adalah sejarah dalam peradaban manusia. Nenek moyangku, nenek=wanita, wanita=kekuatan.”

Purnama, teman Saya saat bekerja di AJB Bumiputera 1912. “Women is the morning after cold dark stormy night, and the precious stone to hold until life past.”

Nofia Ridwan, sarajana humuk Universitas Indonesia yang bekerja di salah satu legal company. “Dia hanya mengatakan, “Menarik, Lagu Wanita Naif.”

Selama ada wanita hidup kan terasa indah
jikalau tiada wanita hidup kan terasa hampa
Ku lahir dari wanita
tak bisa hidup tanpanya
jikalau tiada wanita cintaku untuk siapa
Tiada lelah ku berucap
Terima kasih Tuhan
Engkau ciptakan wanita tuk jadi pasangan jiwa.
Oh..Wanita

Saya semakin merasa beruntung terlahir sebagai wanita, bukan hanya arti dan definisinya saja melainkan apresiasi dari para kaum pria dan ternyata sesama Saya perempuan telah lahir banyak “perempuan-perempuan besar di Indonesia.”

Bagi Saya pribadi, perempuan adalah
“sosok makhluk Tuhan yang sempurna. Yang mampu melakukan banyak hal yang seperti pria lakukan dan memiliki kodrat yang mulia sebagai seorang Ibu dan seorang Isteri, yang melakukan banyak pekerjaan mulia untuk mencetak para penerus bangsa yang beriman dan bermoral mulia.”

*Terima kasih kepada semua teman-teman Pria Saya yang bersedia menjawab pertanyaan Saya dan maaf karena semua jawaban tidak bisa Saya masukkan. Any way, semoga Kalian selalu dikelilingi oleh kartini-kartini Indonesia.

6 Comments

Filed under Tulisan Dyan

6 responses to “Kata Mereka (Laki-laki) Tentang Perempuan

  1. MTB

    ya, itu memang, cita Kartini akan perempuan yang memiliki keluasan pandang, agar ia mampu menjadi manusia pendidik pertama bagi generasinya…

  2. nugrohogalih

    nice post🙂 semoga kita tetap dapat terus menginspirasi seperti para pahlawan kita …
    thanks ^_^..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s