Hal yang Saya Benci!

Akhhh…ingin rasanya Saya teriak bahwa “SAYA BENAR” dan menapik bahwa “SAYA SALAH”..

Ini adalah arti benci menurut Saya. Perasaan yang sangat Saya tidak inginkan buah dari sesuatu yang tidak baik yang saya lakukan.
Saya susah untuk membenci sesuatu hal, namun ada waktu dimana perasaan benci itu sangat kuat teruntuk diri Saya sendiri.

Ingin rasanya Saya lari dan menjadi pribadi yang lain. Saya benci diri Saya disuatu waktu yang bisa dikatakan hanya setahun sekali atau dua tahun sekali datangnya. Yah…malam ini Saya benci dengan diri Saya sendiri. Ingin menangis tapi Saya terlalu gengsi, ingin marah tapi Saya tahu bahwa tak seharusnya Saya marah. Akh…Saya benci perasaan ini.

Saya benci saat “SAYA TAK BISA MENGATAKAN TIDAK”!!!!!!
Ini mungkin sepele bagi kalian, tapi masalah besar bagi Saya. Sikap dan sifat yang sudah tertanam dalam diri Saya sejak kecil “SAYA SUSAH MENGATAKAN TIDAK”…
Hal yang bukan Saya sendiri sadari, tapi begitupun dengan orang tua Saya, Mereka sangat tahu bahwa itu kelemahan Saya. Di mata orang tua Saya, Saya terlalu baik hati, definisi itu muncul karena “SAYA TAK PERNAH BISA MENOLAK SEBUH AJAKAN”. Memang segala yang terlalu itu tidak baik.

Tapi sebenarnya begini. Sulit bagi Saya untuk membuat orang lain kecewa karena Saya, itu intinya. Seperti hal kecil saja “teman Saya meminta Saya untuk mengantarkan ke sebuah pusat perbelanjaan”, dalam kondisi itu Saya tidak enak badan. Tapi begitulah Saya, Saya tanpa berfikir panjang menerima ajakan teman Saya itu hanya karena “tidak enak dan takut teman Saya kecewa”. Mungkin lebih tepatnya, Saya kurang bisaa mencintai dan menghargai diri Saya sendiri.

Hal-hal yang seperti itu yang lama kelamaan mungkin membuat Saya tidak dihargai dan atau mungkin malah dimanfaatkan, padahal niat Saya sangat baik. Tapi lagi-lagi hal-hal seperti itu sering terulang dalam hidup Saya, seperti malam ini. Perasaan campur aduk lah yang Saya rasakan. Sudah sekian lama Saya tidak merasakan hal ini, hingga akhirnya beberapa hari ini terjadi kembali. Lagi-lagi Saya lupa bahwa Saya harus bisa mencintai diri Saya sendiri.

Saya kali ini salah, wajar kalau orang tua Saya menegur Saya. Memang segala sesuatu yang terlalu atau berlebihan itu tidak baik. Saya terus berusaha memberanikan diri untuk mampu mengatakan tidak, untuk kebaikkan diri Saya sendiri. Walau sangat sulit, Saya akan terus berusaha. Lagi-lagi wajar kalau Saya harus siap sedia membentengi diri Saya terhadap sesuatu yang belum tentu itu baik untuk kehidupan Saya.

Pelajaran berharga malam ini, mungkin Tuhan menegur Saya malam ini untuk bisa kembali menghargai dan mencintai diri Saya sendiri.

Ayoo teman mari bersama-sama mampu mengatakan tidak untuk hal-hal yang memang sebenarnya tidak baik untuk kita. Untuk orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan Saya “kita punya suara yang sama untuk dapat memutuskan dan mengutarakan sesuatu hal, dan jangan pernah takut ketika lingkungan menolak kita karena Tuhan senantiasa menerima kita apa adanya”…

*Tuhan…ajar Saya untuk selalu mampu melihat sisi-sis positif di setiap masalah yang Kau percayakan kepada Saya dan mampukan Saya untuk tetap ceria bahagia sebagai wujud rasa syukur Saya atas segalanya….

4 Comments

Filed under Hari-hari Dyan, Tulisan Dyan

4 responses to “Hal yang Saya Benci!

  1. indri

    diriku juga sering berada di posisimu.. sering sekali.. kadang2 suka bingung.. mau pilih yg mana.. –> aku setuju dengan kata-kata mu kalo “kita mesti mencintai diri kita” nice bangetttt.. agak menenangkan kata2 itu.. makasih dian..ūüôā

    • Iya Indri, saat aku buat tulisan itu aku lg merasa aja bahwa aku tdk adil sama diriku sendiri. Diriku butuh kasih sayang lebih, bukan hanya selalu menyayangi org.
      Semangat u kt Indri, semoga senantiasa kita selalu diberi kedewasan dalam memutuskan segala hal dan tetap menghargai diri kita sendiri dan sesekali menutup telinga dari perkataan orang tentang kita:D kisses Indri sayang…

  2. Semoga kita termasuk golongan orang yang berguna bagi lingkungan sekitar. Walaupun kenyataan sulit untuk diri kita,tapi gw percaya hal yang baik akan berbalas baik, mungkin bkn untuk sekarang, bisa untuk nanti atau sebagai penghapus dosa dan kesalahan kita diwaktu yang lalu. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s