Lagi-lagi Perdebatan Tentang “Uang”

Lagi-lagi siang ini Saya berdebat mengenai “uang” dengan salah satu sahabat Saya.

“Apa lo bisa have fun tanpa uang dengan nongkrong hangout di kafe-kafe bersama kerabat?”

“Apa lo bisa ketawa-ketiwi dan bahagia saat perut lo kelaperan?”

“Apa lo bisa nyaman dan tenang beristirahat saat lo gak punya rumah atau tempat tinggal?”

Pertanya-pertanyaan dasar yang akhirnya disimpulkan oleh banyak orang bahwa “bahagia ada karena campur tangan uang di dalamnya.”

Tapi tidak bagi Saya. Maaf lagi-lagi maaf, ini hanya pendapat Saya pribadi karena pengalaman Saya sebelumnya. Mungkin bagi orang yang tidak pernah mengalami hal sama seperti Saya akan beranggapan bahwa uang adalah penentu bahagia. Yah…ini cerita Saya :

“Saya pernah mengalami sebuah masa dimana Saya memiliki segalanya, mobil lebih dari tiga, kemana-mana supir antar dan jemput, sepatu tas baju dan semua yang bermerk. Hidup Saya amat sangat mewah. Namun satu hal yang tidak Saya dapatkan yaitu kehadiran Ayah di setiap hari-hari Saya. Saat Ayah pulang dari pekerjaannya diluar kota, Saya malah ketakutan (saat itu Saya masih sekolah dasar), Saya malah menganggap Ayah Saya adalah orang asing. Apapun Saya dapatkan namun tidak keberadaan Ayah Saya tercinta.

Yang kedua dengan seketika semuanya menghilang dan lenyap. Seperti halnya, tiba-tiba saja Saya terjatuh saat sedang terbang tinggi dan menikmati segala keindahan. Bayangkan Saya harus naik angkutan umum padahal sebelumnya Saya selalu merasakan nikmatnya di dalam sebuah mobil ber-ac, bayangkan dalam sehari hanya ada sebakul nasi yang sebelumnya makanan apapun ada saat Saya memintannya, bayangkan untuk semangkok bakso yang pada saat itu harganya hanya Rp 1.000,- saja Saya tak bisa membelinya. Semua serba sederhana dan dalam takaran yang cukup malah dikatakan pas-pasan, namun satu hal “Ayah Saya selalu berada di rumah.” Dari belajar, sampai dengan menjelang tidur malam kita selalu bersama-sama. Meski makan hanya dengan satu lauk, meski semuanya serba sederhana namun Saya bahagia.”

Dua masa yang sangat berbeda itu membuat Saya mengerti tentang arti kebahagiaan. Yah, Saya tidak pungkiri bahwa Saya “butuh” uang tapi hanya sebatas “membutuhkan” tapi tidak “ketergantungan”. Saya butuh uang untuk kebutuhan dasar dan jasmani Saya, namun uang tidak bisa membuat Saya “bergantung” padanya.
Itulah masalahnya sekarang. Manusia kadang takut karena memang keadaannya sekarang adalah manusia sudah bergantung pada uang. Rata-rata manusia takut jika tiba-tiba mereka tak bisa makan enak, manusia takut jika tiba-tiba mereka tak bisa berbelanja sesukanya, manusia takut ini dan takut itu karena akhirnya manusia mampu diperbudak oleh uang. Bukan Tuhan yang lagi diandalkan untuk memenuhi segala hal tapi manusia cenderung bergantung pada uang.

Kebutuhan tidak bisa disangkut pautkan dengan uang sebagai penentu kebahagiaan. Antara kebutuhan yang harus dipenuhi melalui uang dan kebahagiaan adalah dua hal yang berbeda.
Itulah maksud Tuhan memberikan manusia akal dan pikiran untuk dapat berfikir bagaimana caranya memenuhi kebutuhannya melalui uang,
dan Tuhan pun memberikan manusia hati untul tanpa berfikir merasakan indahnya sebuah “kebahagiaan”.

Lagi-lagi manusia hanya berusaha bermodalkan akal dan pikiran untuk mencukupi kebutuhannya, dan tanpa susah payah manusia diberikan hati yang selalu dapat merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang merupakan pilahan masing-masing kita.
“Bahagia” yang memiliki definisi yang berbeda-beda di mata manusia.

So…Saya hanya menjadikan uang sebagai alat untuk membeli segala kebutuhan Saya, dan Saya tidak akan pernah membiarkan uang menjadikan Saya alat untuk mendewakannya.

Saya ingin hidup sederhana dan penuh dengan orang-orang yang Saya cintai dan mencintai Saya. Itu sudah cukup bagi Saya.

*Terima kasih u perdebatannya di siang hari ini. Saya tetap yakin bahwa uang bukan penentu kebahagiaan Saya.

2 Comments

Filed under Tulisan Dyan

2 responses to “Lagi-lagi Perdebatan Tentang “Uang”

  1. liany

    like this😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s