Renungan Malam

Saya “berkata” dengan mulut yang tertutup rapat karena sogokan uang dari sang penguasa…

Saya “berbohong” dengan hati yang masih mulia karena tuntutan kebenaran yang sudah tak lagi adil di mata dunia…

Saya “bertindak” dengan akal yang masih sehat karena logika tak lagi ada sepanjang dunia mengenal cinta…

Saya dan manusia…
Peran yang menjadikan Saya dituntut acting seperti skenario dari para produser yang adalah lingkungan saya.

Saya berkata meski saya bisu..
Saya berbohong meski saya tau itu salah..
Saya bertindak meski saya lumpuh tak perdaya..

Akh..semua mungkin bagi manusia!!!

Saya benci hal ini namun cintalah yang membuat saya mampu memahami setiap hal yang tak masuk logika.

*di tengah malam penuh dengan renungan

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s