Pilihan yang adalah Ujian Awal Tahun

Finally, saya sekarang adalah seorang sarjana.
Mimpi dan target sudah saya berhasil dapatkan.
Dan sekarang waktu saya untuk mengabdi dengan modal ilmu yang saya miliki sekarang.
Tapi mengabdi dengan cara apa ?

Melamar kerja sudah saya lakukan.
Panggilan wawancara sudah saya lalui dan lewati.
Penolak, tidak sesuai, tidak pas dengan jurusan, dan lain-lain adalah alasan saya diaman akhirnya saya menolak segala macam tawaran.
Apakah saya salah karena terus menolak ?
Saya hanya merasa saya benar dengan apa yang saya lakukan.
Tapi terkadang perasaan bimbang dan bersalah terus menghantui.
Lagi-lagi satu kata jimat yang saya percayai “saya mengetahui nilai diri saya dan saya berhak untuk memilih.”
Semoga hal ini tidak membuat diir saya sombong dan angkuh.
Saya hanya ingin “bekerja di tempat di mana saya bisa mengeksplore diri saya sehingga saya bisa menikmati pekerjaan saya dan merasa tertantang setiap harinya untuk bisa menjadi seorang Dian yang selalu mendapat pelajaran baru.”

Sampai dengan detik ini saya bingung, dengan berbagai macam pilihan yang ada di depan mata saya.
Kali ini saya belajar untuk dewasa, berfikir ke depan, dan berani memutuskan sesuatu hal.
Entah sampai kapan saya pengangguran.
Yang jelas meski pengangguran saya tetap melakukan pekerjaan yang membuat saya tidak menyesal melewati setiap hari-hari saya.

Tuhan…
Saya hanya ingin minta tolong, terangi hati saya, beri saya petunjuk dan tunjuki jalan yang terbaik “dimata-Mu bukan di mata saya”

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s