Kerja Keras Tukang Bangunan

Percakapan singkat dengan Mommy saya,

Saya : Mah…tukang dibayar harian atau borongan ?

Mommy : Borongan yank.

Saya : Berapa Mah ?

Mommy : Kemaren mereka yang minta “Rp xxx” (maaf tdk saya sebutkan)

Saya : Hah….dikit bgt Mah?!? Itu untuk berdua?? (Saya tercengang kaget)

Mommy : Itu mereka koq yang minta, Mamah gak nawar-nawar koq.

Saya : Ya ampun Mah, kerja meres keringet, dari pagi sampe sore, kotor-kotoran, dan gak tau kerja sampe kapan hanya sekecil itu.

Mommy : Makanya yank…susah kan cari uang. Kamu uang segitu sehari juga habis.

Dst…


Yah…saya mendadak diam seketika, saat mengetahui besar nominal yang tukang-tukang itu minta sebagai bayaran kerja mereka.

Kali ini saya belajar dari orang yang mungkin dianggap sebelah mata.

“Dengan uang yang tidak cukup besar, Mereka mampu bekerja besar.”

“Dengan uang yang tidak cukup besar, Mereka mampu menghasilkan sesuatu yang besar.”

“Mereka tak pernah mengeluh, mereka terus bekerja serius tanpa canda tawa. Walau tak seberapa bayaran mereka.”

Terdiam saya seketika…

Kadang memang saya harus melihat ke bawah, tidak hanya melihat orang-orang “besar” di atas saya.

Supaya saya sadar, bahwa saya sudah jauh beruntung dan tak sepantasnya saya mengeluh untuk “hal-hal” yang tak sepantasnya saya keluhkan.

-Have a great day-

Leave a comment

Filed under Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s