Sehebat “Agnes Monica”

Dari beberapa minggu yang lalu pemberitaan media seputar Agnes Monica sedang gencar-gencarnya, Saya terus memperhatikan setiap berita. Namun lebih tepatnya saya selalu mengikuti perkembangannya sejak saya masih sekolah dasar, sejak Agnes Monica menjadi MC di acara anak-anak “Tralala Trilili”…

Jadi inget,

Kuncir ala Agnes Monica, kuncir tinggi dengan lebih dari 5 kunciran mengikat rambut saya keseluruhan. Sampai-sampai rambut jagung saya sering ditariki oleh teman-teman pria saya saat di sekolah dasar.
Setiap hari saya selalu mengikuti tampilan rambutnya, saya selalu mengikuti gaya dan gerak-geriknya.
Bukan hanya itu, pengetahuannya yang sangat luas pada saat itu lah yang akhirnya menjadi salah satu penyemangat saya untuk menjadi “siswa yang pintar” di sekolah.

Terlepas dari background keluarga, pendidikan, silsilah seorang Agnes Monica. Saya tetap kagum kepadanya.

Kehebatannya meraih apa yang diimipikannya meski semua orang berfikir itu “mustahil” bagianya, tapi apa, akhirnya Ia mampu menunjukan kepada dunia “bahwa Ia bisa bernyanyi” dengan terpilihnya Ia sebagai salah satu host acara penghargaan musik terbesar di Amerika.
Mimpi yang selalu saya yakini bahwa saya berhak mengukir mimpi dan berusaha untuk meraihnya…

Agnes Monica meski tidak bekerja sebagai orang kantoran, Ia tetap bekerja layaknya orang kantoran dengan terus berlatih setiap harinya sebagai wujud profesionalisme dia sebagai artis. Ia tidak pernah main-main dalam melakukan segala hal. Keseriusan Dia yang akhirnya mampu membentuk dirinya menjadi seseorang yang “beda”…

Meski Ia terbilang serius dalam mengejar cita-citanya, Ia tetap selalu menampilkan keceriaan di wajahnya. Senyumnya yang tak pernah lepas mungkin menjadi salah satu hal yang ingin dia tunjukan bahwa “dia selalu menikmati kehidupannya”…

Satu kata-kata Agnes Monica yang masih terngiang di telinga saya sampai sekarang, saya tidak terlalu ingat apa kata-kata itu namun yang jelas saya menangkap bahwa “ada waktunya kita harus sombong, sombong dalam arti kita harus yakin akan kehebatan diri kita dengan menonjolkan diri kita di tengah-tengah dunia, agar mereka mampu menghargai kita dan akhirnya mereka yakin dan tahu bahwa kita mampu.” Saya jadi berfikir bahwa memang terkadang kita harus mampu bersikap cerdas untuk mengatasi orang-orang yang lebih cerdas dengan kita. Gak ada salahnya kita bersikap layaknya seorang yang hebat, namun balik lagi kita pun harus selalu membekali diri dengan segala hal-hal yang memampukan diri kita layak menyandang gelar “seorang yang hebat”…

Selain hal-hal itu saya pun melihat kepercayaan diri pada diri seorang Agnes Monica. Ia selalu yakin dengan dirinya, Ia selalu yakin bahwa Ia mampu meraih segala yang dicita-citakannya. Ia melakukan apapun yang menurutnya adalah benar. Ia melakukan banyak hal walau terkadang banyak orang sirik ataupun meremehkannya. Ia tetap melakukan apa yang Ia yakini adalah benar.

“Anak ini adalah anak yang cerdas”, itulah kata-kata yang selalu terlontar dari mulut seorang Ayah, Ayah saya. Begitupun yang saya rasakan. Kepintarannya bukan hanya dalam hal bernyanyi, beracting melainkan dalam berbicara, berpendapat. Malah Ia sering disetarakan dengan para tokoh-tokoh hebat Indonesia, dan dengan percaya diri Ia selalu menampilkan sosok seorang Agnes Monica yang berpendidikan dan berwawasan luas.

Ia selalu bangga dengan apa yang Ia punya. Tuhan yang Ia yakini dan Ia banggakan, keluarga yang selalu Ia sebutkan disetiap Ia maju memperoleh penghargaan-penghargaan, Dirinya yang selalu tampil dengan apapun yang Ia mau dan Ia suka. Dia selalu bangga dan bersyukur dengan apapun yang Ia punya.

Namun satu hal, Ia tetap terus bermimpi walau Ia telah memeluk mimpi-mimpinya. Ia tetap terus melakukan yang terbaik tanpa rasa lelah dan rasa puas dengan apa yang Ia dapat.

Dan hal terakhir yang saya sangat kagumi dari sosok seorang Agnes Monica “Ia mampu menjadi inspirasi dan terang bagi banyak orang, di mana salah satunya adalah saya.”

Doa saya saat ini,

“Ijinkan saya Tuhan untuk bisa menjadi inspirasi dan terang bagi banyak orang seperti halnya nama saya “DIAN” yang berarti pelita.”

Dan

“Ijinkan saya bisa lebih hebat dari seorang Agnes Monica. Hebat di bidang Saya. Hebat menurut definisi saya, MAMPU berguna bagi dunia dengan Ilmu yang saya miliki dan Ilmu yang terus saya cari sampai mati-

Thank you Agnes Monica for your inspirations, I’m inspired by You-

Regards,

Dianita Tiastuti

Leave a comment

Filed under Motivasi, Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s