Menghitung Hari Ala Seorang Dian

Bukan senin…
Bukan selasa..
Bukan rabu…
Bukan kamis..
Bukan jumat…
Bukan sabtu..
Dan bukan juga minggu….

Hari adalah “kesempatan” tanpa ada batasan ruang dan waktu

24 jam hanyalah patokan bukan sesuatu yang menjadi pagar untuk ku tidak dapat melakukan segala hal yang aku mau

Aku takkan membiarkan hari mengejarku tapi aku lah yang akan mengejar hari hingga akhirnya sejarah tertulis karena dan oleh namaku

Aku ingin bebas tanpa harus terikat hari dan waktu
Tak ada kalender dalam hidupku
Yang ada hanya satu “setiap detik adalah sama bagiku”

Bernafas untuk selalu maju!

Hidup untuk diriku!

Berbakti untuk negeriku!

Dan melakukan apa yang aku mau karena Tuhan lah yang memampukan ku…

Aku adalah penentu hariku

Aku ada untuk membuat hariku selalu baru dengan hal-hal yang takkan pernah lebih buruk dari hari yang lalu…

“Hidupku adalah surgaku”
Hanya itu syaratku bisa mengejar hari tanpa harus dikejar-kejar oleh hari…

Semua itu hanya semata karena ku ingin merasakan surga yang sesungguhnya yaitu menjadi hamba yang sempurna dimata-MU…

-malam yang mengajarkanku untuk tetap bisa merasakan indahnya hari yang telah, sedang, dan akan terjadi-

Leave a comment

Filed under Hari-hari Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s