Keluarga Kedua

Tepat tanggal 28 September 2010 saya berkunjung ke kantor tempat saya bekerja untuk pertama kalinya (sebetulnya sudah dua kali saya bekerja, namun baru kali ini saya bekerja kantoran. Pekerjaan pertama saya sebagai marketing produk asuransi). Saya hampir dua tahun tepatnya 1 tahun 7 bulan bekerja di salah satu perusahaan asuransi tertua di Indonesia AJB Bumiputera 1912, tepatnya di Departemen Aktuaria. Per maret 2010 saya berhenti bekerja, selama 6 bulan pemberhetian saya, saya baru satu kali berkunjung. Ada aja acara yang membuat saya membatalkan kunjungan saya kesana. Sampai pada akhirnya 28 September 2010 saya bisa bersilaturahmi kesana.

Jika mengenang masa-masa saat saya bekerja disana, saya mampu menitihkan air mata. Saya yang bisa dibilang karyawan termuda di departemen tersebut dan dengan kata lain sayapun diperlakukan layaknya anak paling bontot. Saya selalu diberi semangat, saya selalu diberi nasihat-nasihat, semua perhatian terhadap saya, memberi dukungan penuh terhadap kuliah saya, kasih sayang yang hampir sama dari yang saya dapatkan di keluarga saya. Saya nyaman berada disana. Kelelahan saya karena kuliah sambil kerja terhapuskan oleh kekeluargaan yang saya dapatkan. Hal itulah yang akhirnya membuat saya “berat” untuk meninggalkan mereka bukan berat meninggalkan “pekerjaan saya”.

Hingga saat ini saya sudah tidak lagi bekerja disana, mereka tetap ingin tahu perkembangan saya. Mereka masih terus menghubungi saya, menanyakan kabar saya, tetap “memberikan semangat” saat saya lagi menggadapi masalah. Enam bulan saya mererasakan kehilangan. Canda tawa mereka, ledekan-ledekan, nasihat-nasihat mereka, omelan-omelan, dan pengalaman hidup adalah hal-hal yang membuat saya ingin kembali menjalani hari-hari bersama. Saya selalu menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka dan mereka pun sangat mengerti saya dengan segala kekurangan yang saya miliki. Keluarga dari mereka pun mampu menerima keberadaan saya.

Mereka…
Yang akhirnya saya belajar untuk menjadi sosok yang dewasa…

Saya memang telah berada jauh dari mereka (jarak memisahkan) namun dalam hati saya “mereka tetap, masih dan akan selalu menjadi keluarga saya”…

Inilah salah satu cara Tuhan untuk mengajarkan kepada saya ilmu-ilmu kehidupan yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya…
Mereka adalah keluarga dan guru buat saya…

Semoga mereka selalu bahagia dan senantiasa berada dalam keadaan sehat sentosa…
Saya menyayangi mereka…
Mereka salah satu sahabat yang mampu dengan tulus ikhlas menyayangi saya…

Bersyukur untuk semua ini…

4 Comments

Filed under Keluarga

4 responses to “Keluarga Kedua

  1. liany

    terharu bacanya, aku juga banyak belajar dari kamu diaan🙂

  2. elmi5a

    memang indah jika kita menginga kembali masa2 bersama orang yang kita kasihi,, smoga pertalian kasih sayang tidak akan terpisahkan oleh waktu ya,,

    smangad pertalian kasihh

    ^^ Gbus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s