Salah 1 dari Beribu Cita-cita Saya

Bicara masalah cita-cita, waktu masih di sekolah dasar jika ditanya “Apa cita-cita kalian?” Sayalah orang pertama yang mengacungkan tangan paling tinggi dan menjawab dengan lantang “Presiden Bu Guru…”, saat beranjak SMP cita-cita saya berubah, karena bermasalah dengan gigi yang bolong-bolong dan tidak beraturan sehingga mengharuskan saya secara rutin mendatangi dokter gigi seminggu sekali. Alhasil ada niat buruk didalam hati saya untuk membalas dendam dengan berprofesi sebagai dokter gigi…hehe, Namun cita-cita tersebut tidak bertengger lama di hati saya, hehehe (kaya burung aja bertengger diranting pepohonan;p), saya semakin tidak menyukai pelajaran yang berbau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), apa lagi biologi karena saya paling sulit untuk menghafal (FYI, satu kalimatpun butuh waktu bisa sampai sepuluh menit untuk dapat menghafalnya…hehe). Namun ternyata takdir menuliskan berbeda, SMA saat penjurusan saya menjadi salah satu orang yang beruntung diterima di jurusan IPA (menghibur diri sendiri;p) alhasil setiap harinya saya harus berhadapan dengan biologi, fisika, kimia dan matematika. Gak buruk-buruk banget, akhirnya saya tetap bisa lulus dengan nilai yang memuaskan walau saya gak berhasil lolos SMPB seperti teman-teman saya yang lainnya. Sempat sedih, tapi bersyukur juga kalau akhirnya saya di terima di UI jurusan D3 Aktuaria, lagi-lagi bertemu dengan matematika. Hehe..

Tiga tahun saya mengasah otak kiri saya dengan hal-hal seputar angka-angka dan hitung-menghitung, hingga akhirnya terbentuklah cita-cita baru yang sampai dengan sekarang saya terus berusaha meraihnya. “DOSEN” cita-cita yang terbentuk dengan sendirinya, sepanjang saya mengamati kehidupan saya, menyadari apa kekurangan dan kelebihan saya, apa bidang yang saya senangi, dan cita-cita apa yang sesuai dengan visi misi hidup saya. Lebih tepatnya dosen dibidang ilmu Komunikasi sepesial Kehumasan.

Cita-cita sederhana saya, yang satu demi satu cara saya tempuh untuk meraihnya. Mulai dari mencintai bidang Ilmu Kehumasan, menyukai berbagi ilmu dengan teman kuliah, dengan senang hati membantu hal-hal yang berkaitan dengan kuliah, berlatih untuk mampu menjelaskan segala sesuatunya di depan orang banyak, dan lain-lain. Cara yang berusaha saya lakukan untuk mendekatkan diri saya pada mimpi saya itu.
Saya hanya ingin, hidup saya nanti “berarti”, bukan hanya berarti untuk keluarga saya, suami saya kelak, anak-anak saya kelak, tapi juga untuk semua orang. Sempat terfikir “pahlawan-pahlawan memiliki peninggalan sejarah yang gak pernah terhapuskan oleh waktu. Pahlawan-pahlawan itu merupakan orang-orang pilihan dan hebat dimata saya. Para penemu-penemu dunia, para presiden dan orang-orang hebat lainnya yang mampu menggoreskan sejarah yang membawa banyak perubahan terhadap bangsa dan negara”. Hebat betul orang-orang terdahulu dari saya, dengan modal yang apa adanya mereka sanggup membawa banyak perubahan sehingga saya bisa hidup lebih mudah di jaman modern sekarang ini. Pertanyaan yang muncul “Bisa apa saya ?”.

Saya terlahir sebagai diri saya sekarang, keadaan yang berbeda dengan mereka. Dengan sedikit yang saya bisa dan saya miliki, ditengah persaingan yang semakin ketat, “Apa yang bisa saya sumbangkan untuk bangsa Indonesia? Jawabannya adalah ILMU yang telah saya dapat selama kuliah saya, apa lagi selain ilmu yang bisa saya subangkan? Sepertinya tidak ada”. Hati kecil saya berkata, saya hanya ingin berbagi walau hal itu tidak seberapa dimata semua orang yang memandang saya.

Mampu berbagi apa yang saya miliki…
Mampu menfaatkan investasi yang dipercayakan orang tua saya selama ini, dengan biaya pendidikan yang tidak murah…
Ada jejak yang mampu saya tinggalkkan…

Profesi sebagai seorang dosen yang mampu terus mengasah otak saya dan berbagi untuk generasi-generasi penerus setelah saya…

Ibu yang selalu bisa menemani anak-anak di rumah, membuat masakan kesukaan keluarga, ada waktu untuk berkonsultasi dengan guru-guru mereka dan hal-hal indah lainnya…

Isteri yang selau dapat dibanggakan dalam urusan dapur maupun kepintaran, yang selalu mampu menjaga nama baik suami ketika dibawa kedalam acara apapun dan bertemu dengan siapapun…

Pribadi yang bisa bangga karena memiliki kepedulian kepada bangsa dan keluarga berlandasakan sebuah kepercayaan terhadap satu agama.

Itu hanya sebuah cita-cita sederhana yang memampukan saya dapat terus bertahan sampai dengan detik ini. Cita-cita sederhana yang memiliki arti luar biasa dimata saya.
Berharap semua akan menjadi nyata, dan bukan hanya sekedar cita-cita yang sesaat yang dengan mudah goyah hanya karena godaan materi berlimpah diprofesi-profesi menjanjikan yang lainnya

NB : Ini hanya tulisan mengenai salah satu dari citaa-cita saya, yang hanya ingin saya abadikan melalui blog saya ini.^_^

2 Comments

Filed under Tulisan Dyan

2 responses to “Salah 1 dari Beribu Cita-cita Saya

  1. Merry

    diaaan..
    bagus tulisannya..
    aku juga dulu cita2’a selalu aja berubah..
    hehhee
    tapi ya dijalanin aja..
    pasti nanti ada jalannya koo..🙂

    semangat diaaann..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s