Kue Bolu di Bulan Agustus

“Kue apa yang akan saya hasilkan ?? Saya pun tak tahu jawabannya” adalah kutipan di salah satu tulisan blog saya ini. Tepat tanggal 9 Juli saya memposting sebuah tulisan “Adonan Kue di Bulan Juli”…
-Bagi Teman yang selalu mengikuti blog saya pasti sudah pernah membacanya, namun bagi yang belum dengan senang hati saya persilahkan untuk membacanya-…^.^

Ya…awal Juli saya memiliki bahan dasar adonan kue bulu SENANG (telur), HAMPA (tepung) dan DUKA (gula). Adonan yang pada awalnya saya tidak pernah tahu akan menghasilkan kue bolu seperti apa, apakah bantat, terlalu manis, atau tidak ada rasanya, saya tak pernah tahu…

Satu bulan saya jalani hari saya dan akhirnya saya masih diberi kesempatan memasuki bulan yang begitu spesial buat saya, bulan Agustus. Mengapa spesial ? Pasti Teman bertanya-tanya. Spesial karena saya berhasil menjadikan adonan kue tersebut menjadi kue bolu yang paling enak yang pernah saya buat sepanjang hidup saya…^.-

Sebulan saya lalui hari-hari dengan kesenangan, duka dan rasa hampa. Saya terus mengaduk adonan tersebut tanpa ada rasa lelah,putus asa dan selalu ada pengharapan dan doa. Langkah yang tetap berjalan walau sangat tertatih-tatih, tatapan mata yang masih terpancar walau terkadang kosong, tangan yang sudah sangat lelah berpegangan namun tetap terkepal, dan hati yang tetap kokoh memegang JANJI MIMPI dan HARAPAN…

Takaran duka,senang dan hampa diberi oleh Tuhan sesuai dengan takarannya. Takaran dimana Tuhan tahu batas kemampuan saya. Hal itu yang terkadang saya lupa dan membuat saya selalu mengeluh tentang kehidupan. Tapi itu dulu, sekarang saya lebih yakin dan pasti memaknai hal itu…

Adonan kue saya di bulan Juli sekarang telah tersantap habis tanpa sisa. Kue bolu yang serba pas dan mempukan lidah untuk tetap mengunyah adalah hasil dari kerja keras saya. Rasa manis yang pas sampai dengan detik ini masih terasa, rasa lembut masih terasa di lidah saya. Sesekali saya tersenyum mengingat perjuangan saya membuatnya. Ternyata lagi-lagi Tuhan yang berkuasa, satu hal yang memampukan saya menciptakan kue bolu terenak yaitu “Mujizat”..

Mujizat…

Saat senang datang terlalu berlebihan Tuhan datangkan ujian, untuk saya kembali menakarkan takaran yang benar untuk rasa senang yang sepantasnya saya rasakan..

Saat duka datang sangat menyakitkan Tuhan datangkan hal-hal mengembirakan, untuk saya kembali menakarkan takaran yang benar untuk rasa duka yang sepantasnya saya rasakan..

Saat rasa hampa datang dan membuat hati jauh dari harapan, Tuhan datangkan ujian yang diselingi kegembiraan, untuk saya kembali merasakan indahnya kehidupan dan memiliki harapan..

Itulah…
Hal yang tidak mampu saya kendalikan…
Adonan kue boluku sangat enak bukan sepenuhnya karena saya tapi karena campur tangan Tuhan…

The Last..
Kue Bolu itu enak juga karena lidah Teman-teman yang mampu merasakan dan memberi penilaian kepada saya untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya..

Adonan Kue Bolu di Bulan Juli telah siap dihidangkan dan telah habis disantap banyak orang yang saya sayang…
Terima kasih Tuhan^.^

Leave a comment

Filed under Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s