Cita-cita Salah Satunya

Saat anak-anak kecil tetangga rumahku ditanya “Ayoo..kalian kalau sudah besar mau jadi apa?”..
Mereka satu persatu menjawab :

Kayla, bocah perempuan berambut ikal dengan panjang sebahu dan masih tergabung disebuah playgroup,berkata dengan suara yang kencang “Aku mau jadi penari balet sama foto model ka,biar cantik kaya ka Nita..”(Hihi…bener lho;p)

Kian, bocah laki-laki berbadan besar,berkulit agak hitam dan berpipi cabi dan telah bersekolah di sekolah dasar, dengan suaranya yang cadel berkata “Aku mau jadi dokter ka Nita,biar mamah pas sakit bisa Kian sembuhin..”

Linggar, bocah laki-laki seumuran Kayla dengan badan yang agak kurus, sambil terbata-bata Ia berkata “Aku mau jadi pilot, bisa punya pesawat..”

Raka, bocah laki-laki yang paling lincah diantara yang lainnya, yang tidak pernah bisa diam dan kerjaannya memanjat pohon depan rumahnya, so saya menyebutnya dengan “manusia pohon”.hehe
Ia menjawab paling lantang “Aku mau jadi polisi kaya papahku Ka..bisa punya motor gede..”

Lucu sekali jawaban mereka,sayangnya kalau saya tuliskan dengan detail pasti tidak akan cukup.hehe
Uniknya,tanpa berfikir panjang mereka satu persatu langsung menjawab pertanyaan saya. Sepertinya memang sudah sangat terekam dikepala mereka “cita-cita yang merupakan imajinasi dari gambaran yang mereka dengar dari mulut bapak ibu guru mereka atau yang lainnya”…

Enak juga jadi anak kecil, tanpa harus memilih banyak pilihan,dan memusingkan hal-hal yang tidak penting mereka dapat menentukan satu pilihan tanpa memperdulikan apapun. Yang mereka pikirkan hanya satu “kenikmatan dari cita-cita yang mampu membuat mereka termotivasi untuk belajar disekolahnya”…

Dulu saya ingin sekali menjadi Presiden karena saya ingin semua orang mengenal saya, karena pada saat tahun 80’an itu saya masih belum mengenal artis-artis yang ngetop.

Presiden adalah cita-cita saya..
Namun seiring waktu saya mengetahui apa yang saya bisa, apa yang saya mau, dan apa yang akan saya geluti dan akhirnya saya memutuskan untuk jadi seorang dosen,sampai dengan detik ini, cita-cita inilah yang membuat saya ingin terus sekolah sampai dengan S3…kenapa dosen? Alasannya sangat panjang.hehe

Entah akan tercapai, akan berubah atau tiba-tiba saya mendadak jadi presiden ke dua wanita di Indonesia (gak mungkin…hehehe;p) atau yang lain,saya tidak pernah tahu. Layaknya Kayla, Kian, Linggar dan Raka,meraka tidak pernah tahu cita-cita apa yang nantinya akan mereka ukirkan setelah mereka dewasa seperti saya…

Finally…

“Cita-cita”
Salah satu bentuk sebuah mimpi..
Mimpi yang membuat saya pribadi sanggup melewati hari-hari dengan keikhlasan hati..

“Cita-cita”
Yang mampu dimiliki oleh semua orang secara gratisan
Yang telah dimiliki oleh semua orang hebat sekalipun..

“Cita-cita”
Dimana artis-artis top bermunculan
Dimana akhirnya ada orang-orang hebat disetiap bidangnya unjuk kebolehan
Dimana SAYA sampai dengan menulis ini mampu melakukan hal-hal yang sebetulnya dulu hanyalah mimpi tapi akhirnya bisa NYATA saat saya mampu melakukkannya…

Cita-cita…
NYATA u saya dan NYATA u kalian semuanya^.^

Cita-cita yang saya dapat dari bocah-bocah kecil yang selalu bersemangat menjalani hari-hari mereka…

-cita-cita hanya mampu saya ukirkan,hasil dari ukirannya apakah menyerupai atau tidak itu adalah kuasa Tuhan-

Leave a comment

Filed under Motivasi, Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s