Tampan dan Cantik ??

Kenapa kali ini Saya mengangkat tema mengenai “Tampan dan Cantik”? Yah..karena baru saja Saya mendapatkan broadcast message mengenai definis wanita cantik. Dan itu sangat menarik menurut Saya. Seperti ini broadcast yang Saya terima :

“Wanita cantik itu,
Tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis.
Tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa.
Tetap kuat walau sebenarnya ia udah nggak sanggup lagi.
Tetap semangat walau tertekan oleh masalah.
Yang terpenting :
Tetap sabar dan memandang semuanya baik-baik saja walau ia sebenarnya terluka.
Dan memenuhi hidupnya dgn Hal-hal dan Pikiran Positif.
Maka kecantikanmu semakin terpancar.”

Yah…Saya sangat setuju definisi cantik itu. Cantik dan tampan definisi menurut Saya tidak jauh beda. Kali ini pun Saya akan bersuara mengenai definisi tampan.
Tapi sekarang Saya sangat miris mengenai definisi cantik/tampan dimata kebanyakan orang dimana rata-rata orang mendenfinisikan cantik/tampan dengan penampilan fisik. Seperti wanita berparas ayu, badan seksi dan semok layaknya lekukan-lekukan biola, buah dada yang besar, rambut panjang yang tergerai. Seperti pria yang bertubuh kekar, berparas menenangkan, badan tinggi dan gagah, dan lain-lainnya.Penampilan fisik yang membuat orang akhirnya gampang memiliki “hati” teruntuk seseorang. Definisi yang sangat “sempit” di mata Saya. Namun itulah yang namanya “first impression”, orang melihat dari apa yang pertama dapat Ia tangkap dengan panca indera. Semua orang bebas memiliki definisi yang berbeda-beda sama seperti Saya. Yah, itu menurut Saya sebagaian kecil dari begitu banyak definisi cantik/tampan dan Saya pun tidak mengelaknya. Tak dipungkiri hal-hal tersebut membuat leher kita bergerak ke kiri atau ke kanan atau mata kita melirik kesana-sini. Namun ada sedikit definisi-definisi yang lain menurut Saya.

Kali ini Saya akan memberikan definisi tampan, yang tidak jauh beda dengan defini cantik menurut Saya.

Menurut Saya, mulai dari definisi tampan. Saya akan menjelaskan mulai dari hal yang terlihat sampai pada akhirnya definisi yang abstrak.

Yang pertama…
Tampan saat seorang pria mampu “membawa dirinya” dalam arti Ia mampu menyesuaikan dirinya dalam kondisi, tempat atau acara apapun, seperti contohnya saat acara hang out bersama-sama teman-teman Ia mampu berpakaian santai namun tetap rapi dan tidak berantakan, saat acara resmi ia mampu seperti bunglon merubah penampilannya seketika menjadi seseorang yang sangat rapi dan beribawa. Seorang Pria harus mampu mengatur dari hal penampilannya sampai dengan segala tutur katanya. Seperti yang tadi Saya bilang, Ia harus mampu menjadi bunglon dalam hal penampilan, namun Ia harus secara konsisten dapat bertutur kata dengan baik, tahu apa yang boleh dan tidak Ia tuturkan, tahu apa yang layak dan tidak Ia lakukan.

Yang kedua,
Pria tampan adalah Ia yang mampu menjaga wibawanya. Wibawa yang akhirnya membuat Ia bisa dihargai dimanapun Ia berada. Secara tidak langsung Ia dapat dipercaya karena sikapnya yang memang terlahir sebagai seorang “pemimpin”, pemimpin dalam hal iman dan hal apapun. Dimanapun Ia berada, semua orang menghormati dan dapat mempercayaianya. Itu baru tampan!!

Yang ketiga,
Turunan dari yang kedua. Wibawa yang akhirnya selalu memperlihatkan kepada siapapun orang bahwa Ia tak pernah takut akan hal apapun dan Ia mampu melakukan apapun. Mungkin ini definis yang terlalu berlebihan, tapi ini lagi-lagi hanya pendapat Saya. Pria yang tampan mampu berolahraga dengan baik, mampu setidaknya memainkan satu alat musik, dan Ia mengetahui segala hal dan pengetahuan. Sehingga, Ia tak pernah terlihat memalukan dan terlihat lemah di depan orang. Sehingga Ia lebih layak dikatakan sebagai seorang Pria yang ditakdirkan sebagai seorang pemimpin.

Yang keempat,
Tampan saat Ia mampu memegang prinsip dan kepercayaannya. Saat tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan, Ia tetap mampu mengatakan “tidak”. Ini hal yang sangat penting menurut Saya.

Dan yang terakhir,
Tampan saat Ia tahu bagaimana cara memperlakukan “wanita” secara benar. Benar dalam arti, Ia tahu apa yang harus dan tidak Ia lakukan terhadap wanita. Seperti hal kecil, saat menyebrang jalan (pria wanita yang saling kenal) Pria dituntut untuk jalan bersamaan dengan wanita, membantu menyebranginya dan tidak meninggalkan dengan jalan lebih cepat di depannya. Hal-hal kecil yang kebanyakan Pria lakukan sepanjang Saya mengenal banyak Pria. Hal-hal kecil yang membuat Saya akhirnya tidak respect terhadap seorang Pria. Bagaimana cara Pria memperlakukan wanita adalah cermin bagai seorang Pria dimana Ia tahu “mengapa Ia dilahirkan sebagai seorang Pria”.

Itu tadi definisi tampan menurut Saya. Saya sangat sadar tidak ada manusia yang sempurna. Tapi Saya sangat yakin ketika kita mampu mengetahui “hal-hal apa saja yang ingin kita capai dan hal-hal apa saja yang menjadi hak kewajiban kita sebagai seorang manusia entah pria atau wanita” kita akan mampu menjadi Pria tampan atau pun wanita cantik.

Lagi-lagi penghargaan untuk diri sendiri dan rasa bangga terhadap diri kita sendiri adalah salah satu modal yang akhirnya membuat Kita tahu “mengapa kita terlahir di dunia, peran apa yang masing-masing kita harus lakukan, dan apa maksud Tuhan menurunkan kita semua di dunia”.

The last,
Wanita cantik tidak akan pernah mengatakan dirinya cantik, karena Ia selalu sadar bahwa Ia akan benar-benar jadi Wanita sesungguhnya saat Ia mampu menerima dengan ikhlas seorang laki-laki yang jauh dari sempurna yang mampu membuatnya yakin untuk selalu menjadi pengikutnya dan mengakuinya sebagai Pemimpin dalam hidupnya.

Dan,
Pria tampan tidak akan pernah mengatakan dirinya tampan, karena Ia selalu sadar bahwa Ia akan benar-benar jadi Pria sesungguhnya saat Ia mampu menjadi pemimpin untuk keluarganya kelak sampai nafas terakhirnya di dunia.

Banggalah menjadi dirimu sekarang. Karena Cantik atau Tampan adalah pilihan, bukan takdir dari Tuhan.
So, kita semua adalah Cantik dan Tampan karena Kita memperjuangkan itu sebagai wujud ucapan syukur atas anugerah Tuhan terhadap segala sesuatu yang kita miliki sekarang.

*Terinspirasi dari broadcast message malam ini. Terima kasih untuk yang telah membuatnya.

About these ads

Leave a comment

Filed under Tulisan Dyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s